Gunung Sanghyang KBB: Rumah Flora-Fauna, Gentong Air, dan Tempat Pelarian dari Gurkha

- Senin, 8 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Gunung Sanghyang di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah rumah flora-fauna, gentong air dan tempat pelarian dari Gurkha. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )
Gunung Sanghyang di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah rumah flora-fauna, gentong air dan tempat pelarian dari Gurkha. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Gunung Sanghyang di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berdiri tegap jadi benteng alam yang melintang dari Utara ke Selatan. Perbukitan ini jadi gerbang panorama pertama dilihat pelancong dari barat yang hendak ke Bandung melalui jalur Rajamandala. 

Penampakan dari Barat, Gunung Sanghyang masih rimbun pepohonan. Di puncaknya tampak warna bercak putih mengkilap di beberapa titik. Warga sekitar menyebutnya karang atau batuan karst. 

Permandangan kontras justru terlihat di sisi utara, selatan, serta puncak Gunung Sanghyang. Alat berat menggerogoti karang mengambil batuan karst. Dari kejauhan, aktivitas tambang membuat gunung ini penuh lubang-lubang menganga, lalu-lalang truk, serta tumpukan batu krikil berwarna cokelat.

Baca Juga: Gunung Papandayan: Kawah Cinta Calon Tsar Rusia hingga Putra Mahkota Kerajaan Austria-Hongaria

Gunung tersebut kini dieksploitasi tambang kapur oleh beberapa perusahaan diantaranya PT Multi Marmer Alam/Akarna Marindo di kawasan Gunung Guha, Indoraya/Sanghyang Mineral di Gujung Sanghyang Lawang, serta Pumarin dan Indoprima/ PT Citatah di kaki Gunung Cibalukbuk. 

Jauh sebelum kondisi itu terjadi, Gunung Sanghyang meliputi perbukitan Leuweng Hideung, Gunung Guha, Gunung Balukbuk, serta Pasir Batununggal merupakan rumah beragam flora-fauna. 

"Pohon-pohon berusia ratusan tahun dengan diameter besar serta tinggi menjulang tumbuh di sini. Tahun 1980-an bisa disebut di sini masih leuweung geledegan (hutan rimba)," kenang Dadan (47), warga Kampung Gunung Batu, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat.

Baca Juga: Perayaan Tahun Baru Islam Khas Berbagai Daerah di Indonesia, Naik Gunung Hingga Melarung Kepala Kerbau

Jenis pohon besar yang banyak tumbuh di pegunungan Sanghyang diantaranya jati, kiara, kayu besi, pohon gadog, dan lainnya. Pohon-pohon itu habis setelah kebijakan pembukaan hutan tahun 1990-an oleh pemerintah Orde Baru. 

"Pohon-pohon besar itu habis ditebang tiap hari, karena ada kebijakan pembukaan hutan. Ribuan kubik kayu dijual dan diangkut oleh truk-truk dari sini," papar Dadan.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

289 Orang Daftar Anggota Panwascam di Bandung Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:10 WIB

Caption Home Dirikan Toko Ke-18 Di Kota Bandung

Jumat, 30 September 2022 | 12:59 WIB

Vandalisme Mural Jalan Babakan Siliwangi Kembali Terjadi

Jumat, 30 September 2022 | 12:41 WIB
X