Perusahaan Buang Limbah Sejak 2020, DLH Kabupaten Bandung Mengaku Sulit Mengecek

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:23 WIB
Sebuah perusahaan di Rancaekek membuang limbah berbahaya tanpa dilakukan pengolahan. Praktik curang ini dilakukan sejak 2020. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Sebuah perusahaan di Rancaekek membuang limbah berbahaya tanpa dilakukan pengolahan. Praktik curang ini dilakukan sejak 2020. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

RANCAEKEK, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah perusahaan di Rancaekek, Kabupaten Bandung, membuang limbah berbahaya tanpa dilakukan pengolahan. Praktik curang ini dilakukan sejak 2020.

Selama 2 tahun membuang limbaj tanpa diolah, pihak perusahaan mendapat untung dengan menghemat pengeluaran senilai Rp2 miliar. Karena tidak mengeluarkan biaya untuk pengolahan limbah.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penataan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Robby Dewantara, mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan pengawasan.

"Pengawasan rutin tiap tahun dilakukan. Termasuk kepada perusahaan ini," ujar Robby, Jumat, 5 Agustus 2022.

Pengawasan dilakukan dengan cara pengecekan lapangan dan memastikan pihak perusahaan melakukan pengolahan limbah berbahayanya.

Baca Juga: Buang Limbah Tanpa Diolah, CV Master Laundry Jadi Tersangka

Saat petugas dari DLH Kabupaten Bandung, pihak perusahaan selalu mengoperasikan IPAL yang dimilikinya.

Namun, pihaknya menyebut kesulitan masuk ke area bagian belakang pabrik yang dijadikan tempat pembuangan limbah.

Baca Juga: Pabrik Pengolahan Celana Jin di Rancaekek Buang Limbah Berbahaya

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Doni Salamanan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Keseruan Lansia di Ciparay Ikuti Lomba Agustusan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:49 WIB

Sidang Doni Salmanan Digeber Sepekan 2 Kali

Senin, 15 Agustus 2022 | 17:47 WIB

Kuasa Hukum Doni Salmanan Tantang JPU

Senin, 15 Agustus 2022 | 17:18 WIB
X