Bandung Barat Masih Dilanda PMK: Ribuan Ekor Ternak Terpapar, Kerugian Capai Rp28 M

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:31 WIB
Petugas melakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi | Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum sepenuhnya pulih. Tercatat sebanyak 14.362 ekor terpapar PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Petugas melakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi | Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum sepenuhnya pulih. Tercatat sebanyak 14.362 ekor terpapar PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum sepenuhnya pulih. Dari total populasi ternak 284.463 ekor, tercatat sebanyak 14.362 ekor terpapar PMK.

Data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, dari 14.362 ekor ternak yang terjangkit sebanyak 12.086 ekor (84%) dinyatakan sembuh, 551 ekor (4%) mati, dan 790 ekor (6%) dipotong paksa.

"Berdasarkan hitungan kasar total kerugian akibat wabah PMK ini mencapai Rp28 miliar. Ini meliputi peningkatan kost perawatan terhadap peternak serta penurunan hasil produksi," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Kamis, 4 Agustus 2022.

Wiwin menambahkan, kasus PMK di Kabupaten Bandung Barat mulai pertama terdeteksi masuk wilayahnya pada 21 Mei 2022. Penularan pertama terjadi di Desa Padaasih Kecamatan Cisarua. Saat ini wabah ini telah menyebar di 15 kecamatan Bandung Barat.

"Kebutuhan Bandung Barat untuk memenuhi sapi potong dan bibit sapi perah cukup tinggi, maka sulit mencegah untuk tidak memasukan ternak dari daerah lain," terangnya.

Baca Juga: Tarik Ulur Tuan Rumah Porpov Jabar di KBB: Pemda Mau 3, KONI Keukeuh 16 Cabor

Lebih lanjut, Wiwin mengatakan, langkah-langkah yang telah dilakukan Dinas Perikanan dan Peternakan dalam penanganan PMK, bersama-sama dengan TNI, POLRI dan lembaga lain.

"Kita berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal terkait pengawasan lalulintas hewan, pelaksanaan surveilans dan investigasi penyakit, sosialisasi, pengobatan pada ternak tertular, pemotongan bersyarat untuk hewan yang tidak tertolong," jelas Wiwin.

Selain itu, pihaknya pun berupaya memaksimalkan untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan PMK tersebut semakin meluas dan memfasilitasi bantuan untuk ternak yang mati dan potong akibat terdampak PMK.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X