Ortu Keluhkan Pungutan Bertajuk Iuran di SDN Neglasari 205 Sadangserang, Ini Kata Disdik dan Sekolah

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:56 WIB
Ilustrasi. Hari Pertama siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen. (Ayobandung.com/Magang/Algifari Tohaga Abdillah)
Ilustrasi. Hari Pertama siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen. (Ayobandung.com/Magang/Algifari Tohaga Abdillah)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Keluhan pungutan liar bertajuk iuran usai proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 kembali mengemuka. Kali ini, keluhan berasal dari salah satu orang tua siswa SDN Neglasari 205 Sadang Serang.

Melalui aplikasi percakapan WhatsApp, orang tua siswa itu mengeluhkan adanya iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa setiap bulannya. Besaran iuran sendiri, ditentukan sebesar Rp20.000, dengan peruntukan iuran kelas Rp10.000 dan iuran untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp10.000 setiap bulannya.

"Bukan masalah besaran nilai iurannya, Mas, tapi lebih ke kewajiban dan haknya saja. Masa siswa-siswa dimintain iuran bulanan untuk nyumbang sekolah?" katanya dalam isi pesan WhatsApp yang diterima, Rabu, 3 Agustus 2022.

Dalam percakapan lanjutannya, orang tua tersebut menceritakan tentang kondisi sekolah yang disampaikan kekurangan dana. Namun di sisi lain, selama pembelajaran daring lalu, pihak sekolah justru melakukan kegiatan di luar aktivitas belajar mengajar.

"Mas, bisa cek di YouTube SDN 205-nya. Jadi sebenernya bukan masalah uang, tapi peruntukannya. Dan kenapa sampai meminta sumbangan ke siswa siswi ketika tidak ada dana BOS dari Pemerintah?" lanjut dia.

Dikonfirmasi terpisah, Sub Koordinator Kelembagaan dan Peserta Didik SD pada Dinas Pendidikan kota Bandung Risman Al-Isnaeni menuturkan, pungutan dari pihak ketiga baik orang tua maupun lembaga, diperkenankan dalam Permendikbud nomor 44 tahun 2012, tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar.

"Sumbangan itu tidak harus berupa uang, bisa juga barang. Tetapi sifatnya tidak seperti itu (setiap bulan). Berdasarkan kebutuhan, dan tidak memaksa. Kalau iuran per bulan tidak boleh," kata Risman saat dihubungi, Rabu, 3 Agustus 2022.

Risman sendiri sudah menghubungi pihak sekolah berkenaan dengan keluhan orang tua siswa tersebut. Dalam keterangan yang didapatnya, Risman mengatakan sekolah dan komite sekolah belum menentukan kebijakan yang dimaksud, karena masiha dibahas.

"Tetapi ada bayar 20.000-10.000 untuk kegiatan sekolah itu tidak ada. Belum arah kesana, dari pihak komite juga belum berbicara kesana. Baru akan merencanakan untuk program nanti akan ada rapat orang tua menyampaikan program-program," kata Risman.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sepeda Listrik Ramah Lingkungan Hadir di ITB

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:51 WIB

17 Rumah di Parongpong KBB Terendam Banjir Bandang

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:58 WIB
X