Walhi Sayangkan Aktivitas Tambang di KBAK Citatah Gunung Sanghyang KBB

- Kamis, 28 Juli 2022 | 18:07 WIB
Walhi menyayangkan masih adanya aktivitas tambang di KBAK di Pegunungan Sanghyang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Walhi menyayangkan masih adanya aktivitas tambang di KBAK di Pegunungan Sanghyang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyayangkan masih adanya aktivitas tambang di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) di Pegunungan Sanghyang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Republik Indonesia Nomor 1830 K/40/MEM/2018 pegunungan Sanghyang masuk daerah lindung KBAK Citatah.

Namun, gunung tersebut kini dieksploitasi tambang kapur oleh beberapa perusahaan di antaranya PT Multi Marmer Alam/Akarna Marindo di kawasan Gunung Guha, Indoraya/Sanghyang Mineral di Gujung Sanghyang Lawang, serta Pumarin dan Indoprima/ PT Citatah di kaki Gunung Cibalukbuk.

"Ini memang menjadi kekhawatiran dari aspek lingkungan bahwa KBAK secara ekologis masih dianggap tidak penting walaupun dianggap penting hanya di atas kertas saja. Kalau menurut kami, KBAK adalah area esensial karena memiliki keunikan tersendiri," kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat (Jabar) Meiki Wemly Paendong, Kamis 28 Juli 2022.

Meiki menilai pemanfaatan ekonomi di KBAK memang diperbolehkan. Asal fungsi ekologinya tetap terjaga. Dengan mengizinkan tambang justru kekhasan batuan karst Citatah justru malah bakal rusak.

"Kalau ini menjadi tambang, fungsi lindungnya hilang, karena orientasinya masih ke aspek pemanfaatan eksploratif, ketimbang dengan metode berkelanjutan," terangnya.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung Sudah Limpahkan Kasus Doni Salmanan ke Pengadilan

Walhi meminta pemerintah mempertegas batas KBAK di Pegunungan Sanghyang. Setelah itu ditetapkan, fungsi pengawasan harus dijalankan agar tak ada tambang di area lindung.

"Ini bentuk kelalaian pemerintah. Fungsi ekologis di sana sangat penting. ESDM mesti turun tangan," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dua Rumah di Bandung Barat Rusak Akibat Gempa Cianjur

Senin, 21 November 2022 | 15:56 WIB
X