Fotografer Bayaran di Kawasan Asia Afrika Bandung: Lewat Kamera Sewa, Raup Ratusan Ribu per Hari

- Kamis, 28 Juli 2022 | 15:15 WIB
Salah seorang fotografer bayaran di kawasan Asia Afrika Bandung. Dalam sehari, dia bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah.
Salah seorang fotografer bayaran di kawasan Asia Afrika Bandung. Dalam sehari, dia bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Hiruk pikuk di Jalan Asia Afrika Kota Bandung semakin hari semakin ramai. Pemandangan ramainya wisatawan, hantu jalanan hingga pedagang kaki lima tampak semakin menegaskan bahwa kawasan tersebut memang salah satu magnet wisata di Kota Bandung.

Namun, belakangan ini ada satu profesi 'dadakan' yang muncul di sekitaran Jalan Asia Afrika, tepatnya antara Jalan Braga pendek dan Jalan Soekarno, yaitu fotografer bayaran. Mereka tampak berjajar setiap beberapa meter sembari menawarkan jasa foto menggunakan kamera yang bisa dibilang cukup profesional.

Para fotografer bayaran ini berjibaku bersama padatnya wisatawan yang berkunjung di salah satu kawasan instagramable Kota Bandung. Tak jarang, para wisatawan menggunakan jasa mereka untuk mengabadikan momen saat berfoto di depan Gedung Merdeka, atau dengan hantu jalanan misalnya.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan di Museum Konferensi Asia Afrika

Salah satu di antaranya adalah Mustaqim. Pria asal Indramayu tersebut mengaku sudah menjadi fotografer bayaran di kawasan tersebut sejak beberapa waktu lalu. Bermodalkan kamera Canon Eos 60D sewaan, dia mencoba peruntungan untuk mencari nafkah di Kota Kembang dengan meninggalkan anak istrinya di kampung halaman.

Sejumlah fotografer bayaran di kawasan Asia Afrika Bandung berasal dari luar kota dan menggunakan kamera sewaan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Berdasarkan ceritanya, dalam sehari rata-rata dia sanggup mengantongi Rp200.000 dari hasil memotret wisatawan. Hasil itu merupakan penghasilan bersih setelah membagi pendapatannya dengan pemilik kamera dengan skema 40 persen untuknya dan 60 persen bagi pemilik kamera.

"Tarif yang diberikan ke wisatawan itu Rp5.000 per foto. Tapi kadang ada yang nawar juga mereka, misal Rp10.000 tiga foto atau lainnya," ujar Mustaqim saat berbincang dengan Ayobandung.com, Kamis, 28 Juli 2022.

Secara teknis, Mustaqim memotret sesuai dengan keinginan wisatawan atau orang yang membayar jasanya. Nantinya, pelanggan akan diperlihatkan foto yang diambil. Jika cocok dia akan mengirim foto tersebut dengan bentuk file document via WhatsApp.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X