Kemacetan Kota Bandung: Pakar Transportasi ITB Nilai Ganjil-Genap Bukan Solusi

- Jumat, 22 Juli 2022 | 15:43 WIB
Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono menilai penerapan ganjil-genap bukan solusi mengatasi kemacetan di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)
Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono menilai penerapan ganjil-genap bukan solusi mengatasi kemacetan di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, menilai penerapan ganjil-genap bukan solusi mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Bahkan, dia menilai kebijakan tersebut hanya menyulitkan masyarakat terutama jika diterapkan pada hari kerja.

"Kebijakan ganjil-genap itu, saya sendiri melihat bukan solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Terutama, kalau kita menerapkan aturan tersebut di hari kerja itu tidak efektif. Karena, prinsipnya ganjil-genap mempersulit orang sulit naik mobi," ujar Sony Sulaksono saat dihubungi Ayobandung.com, Jumat, 22 Juli 2022.

Sony menilai, penerapan ganjil-genap di Kota Bandung hanya efektif diterapkan pada akhir pekan atau weekend. Hal itu, lanjut Sony, untuk menyaring wisatawan atau pengunjung dari luar kota untuk meminimalisasi penumpukan kendaraan.

Baca Juga: Dinkes Kota Bandung Catat 7 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Mayoritas Anak-anak

"Kalau ini gage diterapkan di Bandung, alternatifnya belum ada tapi penaltinya sudah diterapkan, jadi repot. Nanti yang terjadi adalah orang mencari kesempatan, cari rute baru, cari ke mana-mana, malah bikin kemacetan di tempat lain," ungkapnya.

"Kalau kita bicara gage-nya saja, tidak akan efektif di Kota Bandung kalau diterapkan di hari kerja. Kalau di weekend, itu bisa ada efektifitasnya," tuturnya.

Sony menyebut aturan ganjil-genap di Kota Bandung diterapkan terutama langsung diberikan sanksi pada pelanggar belum tepat.

Baca Juga: Kota Bandung Semakin Macet, DPRD Desak Pemkot Kembali Terapkan Ganjil-Genap

Terlebih, sarana pendukung untuk mengakomodasi masyarakat dalam transportasi saat ini belum memadai. Seperti transportasi publik, fasilitas pejalan kaki.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X