Cuaca Tak Menentu Bikin Petani Cabai di KBB Dapat Untung Tipis meski Harga Meroket

- Selasa, 19 Juli 2022 | 15:45 WIB
Meroketnya harga cabai di pasaran tak membuat petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meraup untung besar.      (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Meroketnya harga cabai di pasaran tak membuat petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meraup untung besar. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Meroketnya harga cabai di pasaran tak membuat petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meraup untung besar.

Cuaca tak menentu serta maraknya hama, membuat hasil penen kurang maksimal sehingga keuntungan yang didapat cukup tipis.

Wawang (36) misalnya, petani cabai di Kampung Cibodas Manoko, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB, menyebut cuaca hujan membuat tanaman cabai mudah membusuk. Alhasil hasil panen tiap pekan turun drastis.

"Tetap gak besar untungnya karena cuaca tak menentu masih sering hujan," kata Wawan, Selasa 19 Juli 2022.

Belum lagi, hama jadi banyak karena hujan masih turun. Kawanan serangga itu menyerang hampir seluruh tanaman mulai dari ranting, daun, sehingga membuat tanaman rusak dan busuk.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi hama dengan menyemprotkan pestisida.

Baca Juga: Khawatir jadi Sasaran Maling Imbas Harga Meroket, Petani Cabai KBB Ronda di Kebun

Namun upaya memberantas hama tidak membuahkan hasil, sehingga percuma jika harga mahal kalau tamanan yang terserang hama banyak. Itu dikarenakan tidak sebanding dengan ongkos perawatan seperti membeli pestisida.

"Serangan hamanya parah, langsung tembus ke akar. Sudah dicoba dengan perawatan ekstra dan disemprot pestisida, tapi tetap saja hamanya sulit dibasmi," sambungnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X