Ratusan Ternak di Kabupaten Bandung Mati Karena PMK

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:22 WIB
[Ilustrasi] Petugas memberi pakan sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Kota Bandung Untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemkot Bandung memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terjangkit PMK.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi] Petugas memberi pakan sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Kota Bandung Untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemkot Bandung memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terjangkit PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan ternak di Kabupaten Bandung mati karena terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam satu bulan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, hingga 5 Juli 2022, pihaknya mencatat 334 ternak di Kabupaten Bandung yang mati karena PMK.

"Hingga saat ini ada 334 ternak yang mati dan 498 ternak dipotong karena PMK," ujar Tisna ketika dihubungi Ayobandung.com, Rabu 6 Juli 2022.

Baca Juga: 1.500 Ekor Hewan Kurban di Kabupaten Bandung Tidak Laik dan Sakit, Sebagiannya karena PMK

Sebagian besar kasus kematian ternak karena PMK di Kabupaten Bandung terjadi pada sapi perah. Hal ini dikarenakan populasi sapi perah Kabupaten Bandung cukup banyak dibanding dengan sapi potong.

Sapi perah yang mati karena PMK di Kabupaten Bandung mencapai 333 ekor, sementara sapi potong hanya tercatat 1 ekor.

Untuk sapi perah yang dipotong karena PMK jumlahnya mencapai 414 ekor, sapi potong 82 ekor dan domba wonosobo 2 ekor.

Baca Juga: 4 Ciri Cacat pada Hewan Kurban yang Tidak Sah Dikurbankan, Salah Satunya Ada Pincang

Tisna melanjutkan, sampai saat ini pihaknya juga mencatat kasus PMK Kabupaten Bandung mencapai 7.083.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecewa, Calon PAW Golkar Pindah ke Demokrat

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:51 WIB
X