Kawasan Geopark Rajamandala di Bandung Barat Terkendala Masalah Lahan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 12:11 WIB
Geopark Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya mengantongi sertifikat pengakuan status geopark nasional. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Geopark Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya mengantongi sertifikat pengakuan status geopark nasional. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM --  Sejumlah kelengkapan dan persiapan guna mendorong Geopark Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengantongi sertifikat pengakuan status geopark nasional terus dimatangkan. 

Saat ini pemerintah daerah tengah menginventarisasi lahan dan kawasan geosite untuk menyusun masterplan atau cetak biru Geopark Rajamandala

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Heri Partomo mengatakan, kepastian status lahan menjadi indikator utama, sebelum satu kawasan ditetapkan menjadi geopark nasional. 

Di Geopark Rajamandala kondisinya cukup rumit. Pasalnya, beberapa tempat yang menjadi daya tarik wisata geologi dan arkeologi dimiliki sejumlah pihak, mulai dari perusahaan BUMN, pemerintah desa, hingga milik pribadi.

Ditambah luasnya cakupan wilayah Geopark Rajamandala di 4 kecamatan yakni, Padalarang, Cipatat, Saguling, dan Cipongkor.

"Masalah lahan ini tidak mudah, karena pemiliknya banyak. Jadi perlu dukungan semua pihak. Ada lahan milik desa, milik Perhutani, hingga PT Indonesia Power," kata Heri, Selasa 5 Juli 2022.

Untuk memastikan statusnya jelas, pihaknya harus duduk bersama dengan pemilik lahan. Menempuh perjanjian kerjasama hingga membuat skema hibah lahan seperti yang telah dilakukan di situs Goa Pawon. 

Baca Juga: Tindak Lanjut Kerja Sama KBB-Kota Bandung, Disbudpar Siapkan Paket Perjalanan Wisata

"Persiapan ini yang tidak gampang. Terutama masalah administrasinya, gak boleh gegabah," jelas Heri. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X