Proyek Jalan PT SMI di Bandung Barat Tak Tuntas, Pihak Ketiga Terancam Kena Denda

- Selasa, 5 Juli 2022 | 09:07 WIB
Proyek jalan PT SMI di Bandung Barat terancam kena denda hingga sanksi masuk daftar hitam akibat gagal menuntaskan pekerjaannya. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Proyek jalan PT SMI di Bandung Barat terancam kena denda hingga sanksi masuk daftar hitam akibat gagal menuntaskan pekerjaannya. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pelaksana proyek infrastruktur jalan wilayah selatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam kena denda hingga sanksi masuk daftar hitam (black list) akibat gagal menuntaskan pekerjaannya. 

Hingga saat ini pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 71 kilometer ini baru mencapai 65 persen. Padahal, waktu kontrak pelaksanaan, akan habis, pada akhir Juli 2022.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaa Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopian mengatakan ada dua opsi yang bisa diambil tatkala perbaikan jalan tak tuntas hingga Juli 2022.

Baca Juga: Proyek PT SMI di KBB Gagal Tuntas, Hengky Kurniawan Rencana Lanjutkan Pakai APBD

Pertama pemutusan kontrak dengan konsekuensi kontraktor PT Brantas di-blacklist. Atau opsi kedua, menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, tapi kena denda senilai perhitungan pekerjaan. 

"Memang tak akan tuntas 100 persen. Saat ini saja progres baru 65 persen. Kalau gak beres, opsinya putus kontra atau pemberian kesempatan dengan hukuman denda," kata Aan, Selasa 5 Juli 2022.

Diketahui, perbaikan jalan ini digadang-gadang dapat membantu meningkatkan roda ekonomi dan sektor wisata di wilayah selatan. Renovasinya membentang sepanjang 71 kilometer dari Kecamatan Batujajar hingga perbatasan Kabupaten Cianjur di wilayah Gununghalu. 

Baca Juga: Hengky Kurniawan Minta Keringanan Bunga Utang Pemkab Bandung Barat ke PT SMI

Proyek itu dibagi menjadi dua yaitu jalan sepanjang 52,5 kilometer dengan biaya Rp177 miliar dan jalan 19,5 kilometer dengan anggaran Rp78 miliar. Seluruh biaya renovasi jalan itu dibiayai utang pemerintah daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

"Malah utama renovasi jalan ini tidak tuntas karena pihak ketiga gak kurang bisa mengatur keuangan," terang Aan. 

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X