Stunting di Kota Bandung Tinggi, Pengamat Beberkan Penyebabnya

- Senin, 4 Juli 2022 | 18:08 WIB
Stunting di Kota Bandung Tinggi, Pengamat Beberkan Penyebabnya (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Stunting di Kota Bandung Tinggi, Pengamat Beberkan Penyebabnya (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, tiga dari 10 anak Indonesia berpotensi besar mengalani stunting.

Dalam data Dinas Kesehatan Kota Bandung, angka stunting di Kota Bandung masih tergolong tinggi walau sudah mengalami penuruan 1,34 persen dari tahun sebelumnya. Data pada 2021 menunjukkan, sebanyak 7.568 balita di Kota Bandung terjangkit stunting.

Pakar Kesehatan Elvine Gunawan mengungapkan, faktor yang paling mendukung bertambahnya kasus stunting adalah kesendirian (loneliness).

Baca Juga: Tanda BSU 2022 Cair, Pernyataan Kemnaker Soal BSU BPJS Ketenagakerjaan

“Stunting itu multifaktor. Stimulus sosial itu hal yang paling penting untuk anak. Kalau lingkungan sehat, itu akan menjadi faktor baik untuk tumbuh kembang bagi anak,” kata Elvine dalam Forum Diskusi Wartawan Bandung di Gelanggang Generasi Muda, Senin, 4 Juli 2022.

Untuk itu, pihaknya menyarankan keluarga supaya saling mendukung dan menjadikan lingkungan sehat bagi ibu dan anak.

"Kalau lingkungan padat dan banyak masalah di dalamnya itu yang jadi masalah, seperti lingkungan kekerasan, mabuk-mabukan," ujarnya.

Senada dengan Elvine, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan angka stunting di Kota Bandung tinggi, yakni salah satunya lingkungan tidak sehat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Tengah Libur Sekolah, Pemkot Bandung Waspada

Menurutnya, buruknya kondisi sanitasi serta kebersihan lingkungan dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak, termasuk pada penjaminan gizi untuk ibu hamil.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X