Ini Alasan Ratusan Warga Geruduk Balai Kota Bandung

- Senin, 4 Juli 2022 | 17:40 WIB
Ratusan warga menerobos masuk Balai Kota Bandung dan melakukan unjuk rasa tepat di depan kantor Wali Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Ratusan warga menerobos masuk Balai Kota Bandung dan melakukan unjuk rasa tepat di depan kantor Wali Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan warga, yang tergabung dalam Forum Dago Melawan, menerobos masuk Balai Kota Bandung dan melakukan unjuk rasa tepat di depan kantor Wali Kota Bandung.

Rombongan pengunjuk rasa yang baru saja menggelar aksi serupa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu menuntut pemerintah Kota Bandung untuk segera mengabulkan gugatan warga.

“Kita ingin meminta kejelasan dari Pemkot Bandung, karena kawasan Dago Cirapuhan sudah ditempati warga sejak puluhan tahun, kami ingin kroscek itu, karena tidak ada tindak lanjut apa pun dari pemkot,” kata Angga kepada awak media di Balai Kota, Senin, 4 Juli 2022.

Warga, kata Angga, juga meminta Pemkot Bandung untuk segera memberikan sertifikasi tanah yang hingga kini tak kunjung selesai. Dia mengatakan, dari 6 hektare tanah, 4,7 hektare diantaranya belum memiliki sertifikat.

“Urusan permohonan sertifikat juga belum selesai, padahal sudah satu tahun berselang. Aksi masih akan tetap berlanjut dan warga akan terus kejar Pemkot Bandung dan upayakan pertemuan dengan wali kota agar persoalan ini cepat menemui titik terang," jelasnya.

Baca Juga: Geruduk Balai Kota Bandung, Ratusan Warga Dago Elos Memaksa Ingin Ditemui

“Kami tidak akan tinggal diam, kami akan mempertahankan lahan ini dan melawan orang-orang yang mencoba merebut hak dan martabat kami,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan warga sudah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor BPN Kota Bandung. Setelah melakukan diskusi, muncul beberapa hasil yang akan dilakukan oleh BPN, diantaranya:

  • Pihak BPN akan menelusuri terkait surat warga yang dikirimkan kepada pihak BPN Kota Bandung perihal (Permohonan untuk tidak menerbitkan sertifikat tanah kepada pihak lawan sesuai hasil PK)

  • Apabila Pihak BPN tidak akan menerbitkan sertifikat terhadap pihak lawan, Namun untuk warga masyarakat harus mengumpulkan persyaratan Untuk PK 2.

  • Pihak ATR/BPN pada prinsipnya mendukung & kooperatif dengan apa yang menjadi Keputusan MA

  • Pihak ATR/BPN Kota Bandung tidak berani mengeluarkan surat terkait, karena belum adanya/belum diterimanya surat hasil Putusan MA secara resmi.

Lahan hunian warga Dago Elos-Ciharupan terancam digusur usai adanya klaim dari ahli waris keluarga Muller dan PT Dago Inti Graha yang berencana meyulap kawasan seluas 6,3 hektare itu menjadi kawasan apartemen The MAJ.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X