Geruduk Balai Kota Bandung, Ratusan Warga Dago Elos Memaksa Ingin Ditemui

- Senin, 4 Juli 2022 | 14:35 WIB
Ratusan warga Dago Elos demo di Balaikota Bandung (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Ratusan warga Dago Elos demo di Balaikota Bandung (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM-- Ratusan warga perkampungan Dago Elos dan Cirapuhan dari Koalisi Dago Melawan menggeruduk kantor Wali Kota Bandung pada Senin, 4 Juli 2022.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di lokasi, ratusan warga tersebut datang ke Balai Kota Bandung menggunakan belasan kendaraan mulai dari pickup hingga angkot. Selain itu, turut hadir anak-anak yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Dalam aksinya, warga membentang poster dan spanduk yang salah satunya berisi "PT Dago Inti Graha mafia tanah". Warga yang hadir turut mengorasikan aspirasinya yang meminta Pemkot Bandung untuk membantu memediasi kasus sengketa lahan di kawasan Dago Elos.

"Maksud Tujuan kita datang ke sini sama, ibu-bu dan bapak-bapak yang ada di dalam kantor pemerintahan dimulai dari wali kota sampai jajaran di bawahnya diminta untuk menemui kami, perwakilan dari warga masyarakatnya," ujar Angga, salah satu warga dan orator dalam aksi tersebut.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Bandung Kembali Meningkat, Naik Level PPKM?

Terpisah, Kepada Bidang Inventarisasi Barang Milik Daerah BKAD Kota Bandung, Siena Halim mengungkap, persoalan tanah verponding yang diklaim ahli waris merupakan tanah negara. Menurutnya, sudah beberapa kali Pemkot Bandung mengajukan permohonan aset kepada pemerintah pusat sejak tahun 1980.

“Tanah negara, sudah beberapa kali dimohon oleh Pemkot untuk menjadi aset Pemkot, seingat saya dari tahun 1980 sudah ada suratnya ke Pemerintah Pusat,” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Terbaru, pada 2015 Pemkot Bandung telah mengajukan permohonan sertifikat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, Pemkot Bandung diharuskan melakukan clear area terlebih dahulu.

“Kurang lebih surat dari Pemdanya gini. Areanya anggaplah area dari eks eigendom itu buat Pemkot. Pemkot mau membuat jalan dan Pemkot mau buat rumah susun, di suratnya gitu,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X