Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara Desak Pemerintah Salurkan Kompensasi Wabah PMK

- Jumat, 1 Juli 2022 | 19:35 WIB
Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang mendesak pemerintah segera merealisasikan kompensasi dampak kerugian wabah PMK. (Ayobandung.com/Muhammad Farhan Al Rachman)
Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang mendesak pemerintah segera merealisasikan kompensasi dampak kerugian wabah PMK. (Ayobandung.com/Muhammad Farhan Al Rachman)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak pemerintah segera merealisasikan kompensasi dampak kerugian wabah PMK.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah mewacanakan pemberian kompensasi sebesar Rp10 juta untuk tiap ekor sapi. Hal tersebut sebagai upaya meringankan dampak kerugian bagi peternak. 

Kepala KPSBU Lembang, Dedi Setiadi berharap bantuan tersebut segera terealisasi karena para peternak sudah merasakan kerugian besar. Selain itu, ia ingin nominal kompensasi disesuaikan dengan kriteria hewan ternak.

"Kalau melihat pidato pak Airlangga Hartarto itu bakal memberikan bantuan sebesar Rp10 juta, namun kami akan mengusulkan Rp15 juta. Namun, ada kriteria seperti untuk induk atau dengan anak," kata Dedi, Jumat 1 Juli 2022.

Berdasarkan data KPSBU, sejak temuan pertama di Lembang sebulan lalu, sudah 7.000 ekor lebih sapi perah yang terjangkit PMK.

"Dari jumlah yang terkena tersebut, 5.000-an ekor sembuh. Sisanya ada 250 ekor yang dipotong paksa dan mati," tambahnya.

Baca Juga: Di Tengah Wabah PMK, Masyarakat Diimbau Membeli Hewan Kurban Berlabel Sehat

Sapi perah yang mati jumlahnya mencapai 165 ekor. Untuk mencegah penularan, sapi yang mati dikuburkan.

Diungkapkannya, sapi yang dipotong paksa dijual ke pedagang daging. Harga jualnya berkisar antara Rp5 juta -Rp10 juta per ekor.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X