Jangan Panik, Pembelian Pertalite dan Solar Masih Normal Tanpa MyPertamina Saat Ini

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:06 WIB
Kebijakan pembelian BBM jenis Pertalite dan Biosolar menggunakan aplikasi MyPertamina membuat masyarakat Kota Bandung jadi panic buying. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Kebijakan pembelian BBM jenis Pertalite dan Biosolar menggunakan aplikasi MyPertamina membuat masyarakat Kota Bandung jadi panic buying. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

UJUNG BERUNG, AYOBANDUNG.COM — Kebijakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar menggunakan aplikasi MyPertamina membuat masyarakat Kota Bandung jadi panic buying dan menyerbu SPBU, salah satunya di SPBU Ujung Berung.

Business Unit Head SPBU COCO (Corporate Owner Corporate Operate) Ujung Berung, Riki Gumilar mengatakan, terdapat miskonsepsi di masyarakat yang menyebabkan terjadi antrean panjang untuk membeli Pertalite. Menurutnya, anteran itu terjadi dalam dua hari terakhir.

"Jadi ini kan tanggal 1 Juli 2022 baru tahap pendaftaran sebenarnya. Masyarakat ketakutan (beli Pertalite) harus pakai MyPertamina, sebenarnya tidak harus,” terangnya di SPBU Ujung Berung, Jumat, 1 Juli 2022.
 
"Tahap pendaftaran ini (maksudnya) masyarakat itu masih bebas ngisi (seperti biasa)," kata Riki melanjutkan.

Senada dengan Riki, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah juga menegaskan, bahwa 1 Juli 2022 merupakan tahap awal masyarakat mendaftarkan kendaraannya ke aplikasi MyPertamina.
 
 
Dan hingga saat ini, kata Elly, pihaknya belum mendapatkan kabar pasti kapan MyPertamina akan secara efektif dipergunakan dalam pembelian Pertalite dan Biosolar.

“Ada kesimpangsiuran di lapangan, 1 Juli ini bukan dimulai diberlakukannya pembelian Pertalite atau Bio solar dengan MyPertamina. Bukan. Tapi sekarang itu mulai pendaftaran. Jadi kalau sekarang warga Kota Bandung mau beli Pertalite atau solar ke SPBU, itu masih normal,” tegas Elly saat ditemui di Pasar Kreatif di Trans Studio Bandung, Jumat, 1 Juli 2022.

Kemudian, Elly menjelaskan bahwa setiap warga yang akan mendaftarkan kendaraannya ke MyPertamina, tidak perlu mengunduh aplikasi, melainkan hanya perlu daftar dengan mengakses website Pertamina, https://subsiditepat.mypertamina.id/
 
Bukan hanya itu, Elly mengungkapkan setiap warga yang telah mendaftar di situs Pertamina, tidak harus menunjukkan QR melalui aplikasi.
 
Ketentuan pembelian pertalite dan solar dengan syarat daftar di aplikasi MyPertamina menuai kontra masyarakat (Ayobandung.com/Kavin Faza)


“Bukan berarti nanti warga harus membawa HP dan memperlihatkan QR-nya, karena memang dilarang menggunakan HP di area SPBU ya. Jadi hanya scan barcode saja, dan ini (QR) bisa dicetak,” kata dia.

“Nanti (konsumen) tinggal scan di SPBU. Kalau tidak bawa, bisa dengan menyebutkan nomor plat kendaraan saja, karena kalau kita sudah terdaftar maka akan langsung otomatis terdata,” sambungnya.

Ketika MyPertamina telah efektif berlaku, maka akan ada pembatasan pembelian BBM jenis Biosolar.
 
Kendaraan pribadi akan dibatasi pembeliannya hingga 60 liter per hari, angkutan umum barang dibatasi maksimal 80 liter per hari, sedangkan angkutan umum orang dan kendaraan beroda enam atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari.
 
Baca Juga: Rating Aplikasi MyPertamina Makin Buruk, Masyarakat Kecewa Beli Pertalite dan Solar Jadi Ribet

“Itu berlaku saat MyPertamina sudah difungsikan, tapi kalau sekarang masih normal, dan ini juga belum jelas kapan akan diberlakukan. Untuk yang Pertalite belum ada (pembatasan),” jelas Elly.

“Hanya berlaku untuk roda empat atau lebih, sedangkan roda dua masih normal, tidak perlu mendaftar (ke MyPertamina) dan tidak ada batasan pembelian. Untuk kendaraan roda tiga juga masuk ke roda dua, jadi normal,” pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X