Cuaca Tak Menentu, 15 Hektare Lahan Tembakau Gagal Panen Akibat Tak bisa Dijemur dan Membusuk

- Jumat, 1 Juli 2022 | 13:48 WIB
Cuaca Tak Menentu, 15 Hektare Lahan Tembakau Gagal Panen Akibat Tak bisa Dijemur dan Membusuk. ilustrasi (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Cuaca Tak Menentu, 15 Hektare Lahan Tembakau Gagal Panen Akibat Tak bisa Dijemur dan Membusuk. ilustrasi (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 15 hektare lahan tembakau yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) gagal panen.

Petani tak bisa mengeringkan daun tembakau yang telah dipanen karena cuaca tak menentu. Imbasnya, tembakau yang dipetik membusuk berwarna hitam dan tak bisa dijual.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB, Agus Rianto mengatakan gagal panen terjadi terhadap tanaman tembakau yang ditanam pada awal tahun. Berdasarkan perhitungan, biasanya saat dipanen pada pertengahan tahun cuaca mulai kemarau sehingga bisa dilakukan penjemuran.

 Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus? Ini Penjelasan Kemdikbud

"Namun yang terjadi sebaliknya, musim hujan masih panjang hingga bulan Juni. Jadi tembakau yang dipanen gak bisa dijemur membusuk tak bisa dijual," Keta Agus, Jumat 1 Juli 2022.

Agus mengatakan beberapa lahan tembakau gagal panen terletak di kecamatan Ngamprah, sebagian Cililin, dan Kecamatan Gununghalu. Jika dihitung biasanya 15 hektare lahan itu bisa menghasilkan tembakau antara Rp100-150 juta.

"Kalau kerugian dari gagal panen 15 hektare ini sekitar Rp100-150 juta. Angka ini dihitung berdasarkan hasil jual apabila dalam kondisi normal," tambahnya.

 Baca Juga: Harga Poco F4 5G Resmi di Indonesia, RAM Besar Spesifikasi Andal

Sebenarnya kondisi daun tembakau membusuk tak akan terjadi, jika petani memiliki dryer tobacco machine atau alat pengering tembakau kapasitas besar. Kerugian bakal bisa ditekan karena tembakau yang dipetik tetap bisa dikeringkan meski cuaca hujan.

"Kami berharap ada bantuan alat pengering supaya bisa mencegah gagal panen. Alat yang ada saat ini cuma berkapasitas 3 lempeng tembakau atau 1 kilogram. Jadi gak bisa menyelamatkan tembakau dengan jumlah besar," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X