Imbas Wabah PMK, Hasil Susu Sapi di Bandung Barat Merosot Drastis

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:11 WIB
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ikut berdampak besar terhadap industri susu sapi perah. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ikut berdampak besar terhadap industri susu sapi perah. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ikut berdampak besar terhadap industri susu sapi perah. Selain membuat sapi mati, PMK juga menurunkan produktivitas susu. 

Kondisi tersebut salah satunya dialami oleh Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang.

Sebelum ada wabah, KPSBU Lembang menghasilkan susu sebanyak 120-140 ton per hari, namun saat turun menjadi 80 ton per hari. 

"Produksi susu turun drastis hingga 80 ton. Belum biaya perawatan yang ikut membengkak kalau ada hewan yang terpapar," jelas Kepala KPSBU Lembang, Dedi Setiadi, Rabu, 29 Juni 2022.

Menurut Dedi, tingkat penularan PMK sangat cepat. Apabila satu hewan dalam satu kandang terpapar, maka hewan lainnya dalam kandang yang sama akan ikut kena PMK. Maka solusi paling cepat kalau ditemukan gejala yakni dengan cara isolasi. 

"Misal sapi 10 dalam satu kandang terkena 1, sudah di pastikan semuanya akan terkena, lalu tingkat kematian memang kecil sekitar 5 persen," tambah Dedi. 

Baca Juga: Bendung Wabah PMK Masuk Cimahi, Lalu Lintas Ternak Dijaga Ketat Jelang Idul Adha

Dedi menerangkan, meski telah terpapar PMK sebenarnya sapi perah tetap bisa menghasilkan susu dan aman untuk dikonsumsi. Namun produktivitasnya ikut menurun karena sapi yang biasa produksi 20 liter setelah terkena PMK hanya produksi 3 liter saja. 

"Jadi kalau ditotalkan jumlah penurunan produktivitas kita mencapai angka 80 persen," terangnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X