Khawatir jadi Sasaran Maling Imbas Harga Meroket, Petani Cabai KBB Ronda di Kebun

- Rabu, 29 Juni 2022 | 17:34 WIB
Meroketnya harga cabai membawa angin segar bagi petani di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).     (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Meroketnya harga cabai membawa angin segar bagi petani di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Meroketnya harga cabai membawa angin segar bagi petani di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mereka berharap panen tahun ini melimpah dan mendapat untung besar. 

Di sisi lain, kenaikan harga cabai membuat mereka harus ekstra waspada untuk menjaga kebun agar tak disatroni. Pasalnya, potensi pencurian cabai dari kebun terbuka lebar apalagi harga cabai saat ini naik drastis di pasaran. 

Salah seorang petani cabai asal Cikarembi, Lembang, Isak (33), mengatakan dirinya terpaksa ronda tiap malam untuk menjaga tanaman cabai di kebun. Ia tak mau tanaman yang telah lama dibesarkan habis saat penen tiba. 

"Sekarang kan harganya mahal, jadi saya harus melakukan pengecekan ke lahan pertanian setiap malam supaya aman," terang Isak, Rabu, 29 Juni 2022.

Baca Juga: Harga Cabai di Bandung Barat Meroket, Lebih Mahal Dibanding Harga Daging

Diketahui, harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional KBB terus meroket. Di Pasar Rajamandala Kulon dan Pasar Tagog Padalarang, harga cabai rawit domba menyentuh Rp100-Rp125 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau Rp70 ribu-Rp85 per kilogram. 

Padahal, normalnya cabai rawit domba hanya Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau Rp30 per kilogram.

Isak mengatakan, untuk saat ini harga cabai rawit merah dari tingkat petani harganya mencapai Rp75 ribu per kilogram, sedangkan untuk harga di pasar mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konflik Lahan SDN Bunisari KBB Dibawa ke Meja Hijau

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:32 WIB
X