DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Tutup Dua Outlet Holywings

- Selasa, 28 Juni 2022 | 17:04 WIB
DPRD  Kota Bandung meminta pemerintah kota menutup dua outlet Holywings yang beraada di Jalan Setiabudhi dan Pasir Kaliki. (Dok. Holywings)
DPRD Kota Bandung meminta pemerintah kota menutup dua outlet Holywings yang beraada di Jalan Setiabudhi dan Pasir Kaliki. (Dok. Holywings)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meminta pemerintah kota menutup dua outlet Holywings yang berada di Jalan Setiabudi dan Pasir Kaliki.
 
Hal tersebut mencuat setelah belasa outlet Holywings di Jakarta terpaksa ditutup akibat kasus promo minuman keras yang mengandung muatan SARA
 
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyebut promo bermuatan SARA tersebut sudah membuat gaduh di Kota Bandung sehingga Pemkot diimbau untuk menutup dan memberi sanksi tegas kepada pengelola lokasi berkonsep beerhouse ini. 
 
"Ini kan sudah menimbulkan kegaduhan, bahkan sampai ke SARA. Jadi, Pemkot harus menyesuaikan dengan daerah lain. Mau enggak mau (Holywings) harus ditutup," ujar Tedy Rusmawan saat dihubungi, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Tedy menyatakan, tindakan penutupan dan pencabutan izin operasional bisa memberikan efek jera tak hanya bagi Holywings, tapi bagi pengusaha lain.  
 
"Ini sebagai shock terapi, jangan sampai terulang kembali apalagi yang menyerempet SARA begitu. Ini kan terkesan masyarakat diadu domba. Kita mendengar beberapa perizinannya belum lengkap, ini harus jadi catatan pengawasan aspek perizinannya di lapangan," ungkapnya.
 
 
Maka dari itu, Tedy mengingatkan para pengusaha hiburan malam lainnya di Kota Bandung agar tak meniru tindakan yang dilakukan pihak Holywings. Karena, menurutnya ada banyak cara lain untuk mempromosikan bisnis mereka tanpa harus bersinggungan dengan SARA.
 
"Pengusaha memang harus kreatif untuk promonya, tapi yang positif. Silakan bikin konten yang semenarik mungkin tapi jangan sampai bersinggungan dengan SARA, ini harus jadi pembelajaran bagi semua," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana akan memanggil pengelola Holywings terkait peristiwa promosi minuman keras (miras) berunsur SARA di Jakarta beberapa waktu lalu. 
 
Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan, pemanggilan tersebut tak hanya soal promosi sara, melainkan memeriksa izin yang dikantongi Holywings terkait penjualan minuman keras. 
 
"Hari ini sih supaya pemanggilan itu dilakukan sekali nanti oleh pemkot, aparat juga kita lakukan hari ini. Jadi nanti soal izin, saranya kita tanya di momen itu. Hari ini insyaallah," ujar Yana Mulyana, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Ia mengatakan, pihaknya akan mempelajari terkait izin tempat hiburan Holywings di Bandung. Hasil pertemuan dengan pengelola nanti akan menjadi bahan evaluasi apakah akan dilakukan penutupan atau tidak. 
 
"Tergantung evaluasi hari ini (penutupan), saya belum tahu, kan baru hari ini. Kan tadi harus dibedakan izin sama saranya. SARA-nya mungkin pidana, tapi kalau izinnya enggak juga. Kita lihat hasil pemanggilan hari ini," ungkapnya. 
 
 
Sebelumnya, Jajaran Polrestabes Bandung menyita puluhan botol minuman keras (miras) yang berada di Holywings di kawasan Sukajadi, pada Sabtu, 28 Juni 2022 malam saat operasi miras. Puluhan botol miras lainnya berhasil diamankan di tempat hiburan lainnya.  
 
Kabag Ops. Polrestabes Bandung AKBP Asep Pujiono mengatakan pihaknya melakukan operasi miras khususnya dengan merek Gordon. Puluhan botol miras berhasil disita dan diamankan.  
 
"Kita dapatkan di Paskal sebanyak 36 botol, 19 gordon berwarna pink dan 17 berwarna putih. Di Holywings Sukajadi, kita dapatkan 35 botol yaitu 33 berwarna pink dan 2 warna putih. Seluruhnya 71 botol," ujarnya beberapa waktu lalu. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X