Antisipasi PMK, DKPP Kota Bandung Siapkan Petugas Pengawas Hewan Kurban

- Senin, 27 Juni 2022 | 15:26 WIB
Petugas melakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di peternakan sapi, Gang Lumbung 4, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin 27 Juni 2022 | DKPP Kota Bandung akan menurunkan ratusan pengawas untuk memantau kesehatan hewan kurban selama Idul Adha 1433 Hijriah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Petugas melakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di peternakan sapi, Gang Lumbung 4, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin 27 Juni 2022 | DKPP Kota Bandung akan menurunkan ratusan pengawas untuk memantau kesehatan hewan kurban selama Idul Adha 1433 Hijriah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung akan menurunkan ratusan pengawas untuk memantau kesehatan hewan kurban mulai dari proses penjualan hingga pasca pemotongan pada Idul Adha 1433 Hijriah nanti. 
 
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebut, pihaknya akan menurunkan ratusan petugas gabungan untuk melakukan pengawasan pada hewan ternak yang diperjualbelikan untuk kurban ketika masih hidup (ante mortem) dan setelah dipotong (post mortem
 
"Kita itu di internal ada 90 orang, kemudian kita mendapatkan bantuan dari PDHI ada 5 orang, kemudian dari Unpad Kedokteran Hewan ada 6 orang, dari Telkom University ada 25 orang jadi total sekitar 115 petugas. Itu khusus untuk sapi saat masih hidup (proses penjualan)," ujar Gin Gin, Senin, 27 Juni 2022.
 
Sementara untuk pengawasan hewan kurban pasca-dipotong, Gin Gin menyebut petugas yang diturunkan bisa mencapai 180 orang. Nantinya, jelas Gin Gin, para petugas ini akan memantau di lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban
 
"Nanti setelah sapi disembelih, kita akan menurunkan lagi tim post mortem yang akan beredar di lokasi lokasi pemotongan itu biasanya jumlahnya akan lebih banyak bisa sampe 180," lanjutnya. 
 
Selain itu, saat ini pihaknya rutin melakukan pemeriksaan hewan kurban ke pedagang-pedagang yang ada di Kota Bandung. Hingga saat ini, Gin Gin mengklaim tidak ditemukan adanya hewan kurban yang terindikasi PMK meski masih ditemui beberapa masalah. 
 
 
"Yang banyak ditemukan itu hewan kurban yang belum layak, jadi kebanyakan belum cukup umur masih muda sudah dijual. Ada yang sakit juga sakit ringan bukan karena PMK," paparnya. 
 
Maka, Gin Gin mengimbau masyarakat yang akan membeli hewan kurban harus memastikan kesehatan hewan tersebut. Seperti melihat Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan kalung tanda sehat yang ada pada hewan ternak tersebut. 
 
"Pastinya semua hewan yang layak dan sehat kita berikan kalung sehat yang itu bisa memastikan hewan itu sehat dan jika tidak sehat kita tidak berikan kalung tersebut," tandasnya. 
 
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima 200 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diprioritaskan untuk sapi perah dan sapi yang memiliki rentang usia panjang seperti sapi indukan dan sapi bibit. 
 
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebut pemberian vaksin tersebut mulai dilakukan hari ini dengan menyuntikkan 66 dosis vaksin kepada sapi yang berada di peternakan kawasan Babakan Ciaparay, tempat yang pertama kali terkonfirmasi penularan PMK di Kota Bandung
 
"Hari ini kita mulai melakukan proses vaksinasi kepada hewan ternak yang ada di Kota Bandung, kita mendapat jatah 200 vaksin dan ditempat ini 66 sapi yang diberikan vaksin," ujar Yana Mulyana, Senin, 27 Juni 2022.
 
 
Yana menyebut, pemberian vaksin PMK ini akan diprioritaskan bagi sapi perah serta sapi yang memiliki rentang usia panjang seperti sapi indukan dan sapi bibit. Adapun untuk sapi kurban Yana menyebut tidak akan diberikan vaksin PMK
 
"Kalau untuk sapi kurban itu diperiksa dan nanti kalau dinyatakan sehat itu diberi barcode, di barcode itu nanti dengan aplikasi e-selamat, jadi enggak bisa dituker tuker karena ada foto sapinya, pemiliknya, ada histori, dari si sapinya dari mana," ujarnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X