Hindari Pelanggaran, Wali Kota Bandung Ingatkan Panitia PPDB Ikuti Regulasi

- Minggu, 26 Juni 2022 | 14:40 WIB
Hindari Pelanggaran, Wali Kota Bandung Ingatkan Panitia PPDB Ikuti Regulasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Hindari Pelanggaran, Wali Kota Bandung Ingatkan Panitia PPDB Ikuti Regulasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengingatkan agar panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 Kota Bandung harus bekerja sesuai aturan dan transparan. Hal itu agar menghindari terjadinya pelanggaran saat PPDB.

Yana Mulyana menyebut, saat ini kehadiran sistem daring (online) selama berlangsungnya proses PPDB banyak bermanfaat dan memudahkan semua pihak, mulai dari orang tua siswa dan sekolah.

"Sekolah sudah diberi keleluasaan manajemen berbasis sekolah untuk proses PPDB. Jadi, saya ingatkan tolong ikuti regulasi," kata Yana Mulyana, Sabtu 25 Juni 2022.

Baca Juga: Launching Transformasi Digital, BPI Bandung Gandeng Grab Indonesia, Gramedia, hingga Rindam III Siliwangi

Mengenai celah terjadinya pungutan liar di balik kecanggihan sistem daring, Yana Mulyana menyebut bukan tidak bahwa hal tersebut mungkin terjadi. Namun kembali Yana tegaskan menjaga transparasi.

"Secanggih apapun sistemnya, kalau niatnya ada mah mungkin saja terjadi penyalahgunaan. Teknologi harus dipergunakan untuk kebaikan. Dan ini juga terkait dengan transparansi serta keadilan, kita sepakati itu. Insya Allah," ucapnya

Yana menjelaskan, bahwa proses PPDB untuk tingkat SD dan SMP yang menjadi domain Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejauh ini berjalan lancar dan normal.

Baca Juga: Kota Bandung Raih Juara Umum MTQ Jabar 2022

Sebelumnya, tim Satgas Saber Pungli menerima aduan dari orangtua siswa terkait pungutan di SMKN 5 Kota Bandung. Tim Satgas Saber Pungli kemudian langsung bergerak menuju SMKN 5 yang berlokasi di Jalan Bojong Koneng, Kota Bandung, pada Rabu, 22 Juni 2022, pukul 13.00 WIB.

Saat sidak, tim mengamankan barang bukti uang senilai Rp40 juta yang terdiri dari Rp 23.700.000 yaitu merupakan uang titipan dan uang pramuka senilai Rp 17.250.000.

Humas Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat menyebut, dari jumlah itu, orang tua siswa yang dimintai uang titipan sebanyak 75 orang dan 45 orang untuk uang pramuka.

Baca Juga: Tanpa Ribet ke Kantor, Begini Cara Cek Saldo BPJS Kesehatan Online

Kata Yudi, jumlah orang tua yang dimintai bisa saja bertambah lantaran sebagian dari mereka belum membayar.

"Uang titipan itu uang bangunan Rp3 juta per orang, itu seharusnya tidak boleh, sedangkan uang pramuka diminta namun pelaksanaan masih jauh," katanya soal pungli di SMKN 5 Bandung.

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X