Kisah Nia Ramadhani yang Pernah Dicegat Macan untuk Bisa Latihan Voli

- Kamis, 23 Juni 2022 | 15:30 WIB
Nia Ramadhani, atlet bola Voli SMK Budi Bakti Ciwidey, patut diacungi jempol. Keterbatasan fisik tidak membuatnya patah semangatnya. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Nia Ramadhani, atlet bola Voli SMK Budi Bakti Ciwidey, patut diacungi jempol. Keterbatasan fisik tidak membuatnya patah semangatnya. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

KUTAWARINGIN, AYOBANDUNG.COM -- Nia Ramadhani, atlet bola Voli SMK Budi Bakti Ciwidey, patut diacungi jempol.

Keterbatasan fisik tidak membuatnya patah semangat untuk bisa menjadi atlet voli, bahkan sampai pernah dicegat oleh macan.

Nia Ramadhani merupakan siswi kelas X SMK Budi Bakti Ciwidey, jarak dari rumah ke sekolah sampai puluhan kilometer.

Rumahnya berada di Kampung Dewata, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu. Jaraknya lumayan jauh ke sekolah yang berada di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

"Setiap hari ke sekolah. Kadang membawa sepeda motor sendiri, kadang juga diantar orang tua," tutur Nia Ramadhani ketika diwawancara saat turnamen voli Kapolresta Bandung Cup di Si Jalak Harupat, Kamis, 23 Juni 2022.

Sejak lahir, Nia Ramadhani memiliki kelainan pada kaki kanannya. Namun demikian, dia berhasil menjadi pemain voli bahkan menjadi atlet voli sekolah tempatnya belajar.

Baca Juga: Kekurangan Tidak Jadi Penghalang, Nia Ramadhani Jago Main Voli

Posisinya juga tidak main-main, yakni seorang spiker. Hanya dengan bertumpu pada satu kaki, dia bisa loncat tinggi dan memukul bola dengan keras.

Porsi latihan juga sama seperti atlet voli lainnya yang tidak memiliki keterbatasan fisik seperti Nia Ramadhani.

Dalam sepekan, putri pasangan Lisyuli dan Rodin berlatih tiga kali yakni Minggu, Selasa, dan Kamis. Hari minggu biasanya latihan pukul 09.00 WIB, sementara selasa dan kamis harus berlatih sore.

"Beres latihan biasanya pukul 16.00 WIB," ucapnya.

Setelah seluruh porsi latihan selesai, Nia Ramadhani harus pulang sendiri ke rumahnya yang berjarak sangat jauh.

Tidak jarang, pukul 20.00 WIB, remaja yang bercita-cita bisa masuk proliga tersebut baru tiba di rumah. Padahal, selain jauh, jalan menuju rumahnya juga tidak mulus juga harus melewati hutan.

Bahkan, dia pernah diadang oleh macan ketika pulang latihan di daerah Lolongokan hutan menuju rumahnya.

Baca Juga: Sahrul Gunawan Curhat Soal Rumah Dinas Bocor, Sementara Rumah Dinas Bupati Direhab

"Waktu itu sedang berhenti. Tiba-tiba ada yang mengeram di belakang," ungkapnya.

Mendengar ada geraman macan, Nia Ramadhani yang mengendarai sepeda motor langsung tancap gas.

Walaupun sempat diadang oleh macan, dia tetap semangat berlatih. Buktinya dia bisa menjadi atlet voli sekolahnya bersama teman-temannya yang memiliki fisik normal. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecewa, Calon PAW Golkar Pindah ke Demokrat

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:51 WIB
X