Minimalisasi Potensi Banjir, DSABM Kota Bandung akan Bongkar 300 Bangunan di Bantaran Sungai

- Rabu, 22 Juni 2022 | 14:43 WIB
Minimalisasi Potensi Banjir, DSABM Kota Bandung akan Bongkar 300 Bangunan di Bantaran Sungai (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Minimalisasi Potensi Banjir, DSABM Kota Bandung akan Bongkar 300 Bangunan di Bantaran Sungai (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Bandung berencana akan melakukan pembongkaran bangunan liar yang berdiri disepanjang bantaran sungai. Bersama Satgas Sektor 22 Citarum Harum, penertiban tersebut akan dilakukan di 3 kelurahan yang tercatat ada 300 bangunan liar
 
Kepala DSABM Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya terus melakukan penertiban bangunan liar di bantaran sungai untuk meminimalisir potensi banjir akibat penyempitan jalur sungai. Adapun 300 bangunan liar yang akan ditertibkan berada di Kecamatan Batununggal. 
 
"Di Kecamatan Batununggal ada tiga kelurahan, Kelurahan Maleer, Binong dan Gumuruh dengan total 300 bangunan liar akan ditertibkan untuk meminimalisir potensi banjir," kata Didi Ruswandi di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu 22 Juni 2022.
 
 
Didi Ruswandi menyebut pihaknya hanya akan membongkar bangunan liar yang berada di bantaran sungai yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan. Meski begitu, pihaknya masih menemukan bangunan yang memiliki legalitas sertifikat kepemilikan yang sebetulnya tidak boleh diterbitkan jika berada di bantaran sungai
 
"Kalau punya legalitas kita tidak bongkar, ada sebagian punya sertifikat. Intinya, kita terus berupaya untuk mengatasi persoalan banjir ini di Kota Bandung," ucapnya. 
 
Selain normalisasi kawasan sungai, Didi menyebut beberapa faktor lain yang menjadi penyebab banjir di Kota Bandung. Seperti, jumlah kawsan resapan air yang masih kurang serta kapasitas aliran sungai yang belum optimal. 
 
 
Didi menyebut, pihaknya akan memasang pompa air di Cingised, Citarip Kopo dan Rancabolang Gedebage untuk menyelesaikan persoalan banjir yang hingga saat ini masih belum tuntas. Selain itu, pihaknya akan mendorong kerja sama dengan Pemkab Bandung untuk percepatan pembuatan kolam retensi di Tegaluar. 
 
"Kolam retensi dua hektar sudah dibebaskan dari rencana 13 hektar. Penggalian oleh kita. Kota Bandung tidak akan bebas dari banjir, sebab banjir terjadi pada periode tahunan, lima tahun dan 10 tahunan," jelasnya. 
 
 
Terkait tiitik banjir di Kota Bandung, menurutnya saat ini tinggal terdapat 100 tempat dan 24 titik lainnya merupakan genangan. "Seperti yang di Tresna Asih dulu kita pernah tawarin sumur imbuhan, tapi ga ada lahan. Kemudian kita pengen rumah pompa juga disitu ngga ada lahan jadi solusinya belum ketemu," ungkapnya. 
 
"Intinya terus kita dorong bagaimana caranya banjir di Kota Bandung ini bisa teratasi. Seperti pembangunan kolam retensi jika berdasarkan RPJMD hanya satu setahun dan itu sudah terpenuhi. Tapi kita buat sesuai kebutuhan, ketika ada lahan kosong kita buat kolam retensi," tandasnya. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X