Pemda KBB Tunggu Payung Hukum Kompensasi bagi Peternak Rugi Akibat Wabah PMK

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi sapi kurban | Pemkab KBB masih menunggu payung hukum mengenai pemberian kompensasi kepada para peternak yang terdampak wabah PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi sapi kurban | Pemkab KBB masih menunggu payung hukum mengenai pemberian kompensasi kepada para peternak yang terdampak wabah PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat (KBB) masih menunggu payung hukum mengenai pemberian kompensasi kepada para peternak yang terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan), KBB, Wiwin Aprianti mengatakan payung hukum pemberian kompensasi ini mesti mengatur secara rinci indikator peternak calon penerima. Termasuk sumber anggaran kompensasi tersebut. 

"Memang kompensasi ini sudah jadi pembicaraan. Tapi kita masih menunggu aturan pusat yang lebih rinci untuk melaksanakannya. Kalau itu sudah ada pada prinsipnya, kita siap," kata Wiwin, Selasa 21 Juni 2022.

Menurutnya, pemberian kompensasi memang disebutkan dalam Undang-undang Nomor 41 tahun 2014 tenang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Baca Juga: Wabah PMK di Bandung Barat Meluas, Kerugian Peternak Capai Rp8,5 Miliar

Namun di sana disebutkan bahwa kompensasi hanya bisa diberikan untuk hewan sehat yang terpaksa harus dibunuh untuk mencegah penyebaran penyakit.

Sedangkan hewan yang sudah terbukti sakit, itu tidak bisa diberikan kompensasi

Petugas memberi pakan sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Kota Bandung Untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemkot Bandung memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terjangkit PMK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

"Kenapa tak bisa diberikan kompensasi, karena tanpa diberikan kompensasi pun ternak yang terpapar bisa saja mati. Tapi apakah akan mutlak seperti itu, ini yang masih kita tunggu aturan turunannya seperti apa," tambah Wiwin. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X