Pemakaian Siaran TV Digital Tidak Perlu Internet

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:55 WIB
Warga memasang set top box (STB)  TV digital di Padalarang, KBB, Jumat 17 Juni 2022 | Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan sosialisasi penggantian siaran TV analog menjadi siaran TV digital.   (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Warga memasang set top box (STB) TV digital di Padalarang, KBB, Jumat 17 Juni 2022 | Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan sosialisasi penggantian siaran TV analog menjadi siaran TV digital. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan sosialisasi penggantian siaran TV analog menjadi siaran TV digital. Siaran TV analog selambat-lambantnya ditutup pada 2 November 2022.
 
Peralihan ke siaran TV digital ini pada tahap 1 dilakukan 30 April 2022 kemarin, sebanyak 166 Kabupaten/Kota sudah diterapkan Analog Switch Off (ASO).
 
Sedangkan tahap 2, penerapan ASO paling lambat diimplementasikan pada 25 Agustus 2022.
 
Kendati demikian, sebagian masyarakat khususnya di Kota Bandung mengeluhkan diperlukannya pelbagai item untuk beralih dari siaran TV analog menjadi siaran TV digital.
 
Pekerja swasta, Dea Alvi (27) misalnya. Menurutnya, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan terutama milenial setidaknya mengalami kemudahan dalam peralihan ini.
 
Namun, lanjutnya, Indonesia adalah negara luas dengan banyak pulau serta tidak sedikit rakyat yang masih tinggal di pedalaman sehingga tertinggal dalam urusan teknologi.
 
 
"Kalau TV digital, selain perlu device baru, tapi juga butuh koneksi internet yang bagus. Apakah pemerintah bisa jamin? Kita yang di perkotaan saja masih ada wilayah black space (no connection area) apalagi di wilayah pedalaman," kata Dea ketika berbincang pada Selasa, 21 Juni 2022.
 
Kata Dea, apabila rencana Pemerintah benar-benar ingin mengalihkan siaran TV analog menjadi siaran TV digital, maka mestinya memastikan sarana dan prasarana yang memadai.
 
Warga memasang set top box (STB) TV digital di Padalarang, KBB, Jumat 17 Juni 2022. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
 
"Apalagi ini mau diterapkan dalam skala nasional, jadi rujukannya tidak bisa hanya Jakarta, Bandung, atau kota-kota besar saja," jelasnya.
 
Selain permasalahan internet yang belum merata, menurut Arvi Resvanty (22), untuk beralih menjadi siaran TV digital maka dibutuhkan set top box atau STB.
 
Adanya STB itu, kata Arvi, maka masyarakat perlu mengeluarkan biaya untuk membeli barang tersebut. Ayobandung.com pun sempat mencoba cek harga STB di salah satu marketplace terkenal.
 
 
Rata-rata harga STB dijual mulai dari Rp160.000 dan yang paling mahal bisa mencapai Rp289.000 pada merek tertentu.
 
"Selain sinyal suka tidak stabil, hilang-hilangan, tapi sempat dengar dari Dinsos Kota Bandung, bahwa peralihan ke siaran TV digital ini tidak dibantu sama pemerintah, artinya tidak ada STB gratis," ujarnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Citra Politisi di Media Digital Lebih Sulit Dikendalikan

Selasa, 27 September 2022 | 16:47 WIB

UMKM Binaan bank bjb Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri

Selasa, 27 September 2022 | 15:53 WIB
X