Kantor Kas Tidak Dijaga Sampai Kebobolan Maling, DPRD Sebut BPR Kertaraharja Memalukan

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:47 WIB
Ilustrasi maling | Kejadian kantor Kas BPR Kertaraharja Dayeuhkolot yang dibobol maling mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bandung. (Pixabay/Ricinator)
Ilustrasi maling | Kejadian kantor Kas BPR Kertaraharja Dayeuhkolot yang dibobol maling mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bandung. (Pixabay/Ricinator)



SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kejadian kantor Kas BPR Kertaraharja Dayeuhkolot yang dibobol maling mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bandung.

Tidak adanya satpam yang menjaga malam dinilai merupakan hal memalukan.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Praniko Imam Sagita mengatakan, kantor kas BPR Kertaraharja yang kebobolan merupakan hal yang membuat pihaknya merasa kecewa.

"Ini kejadian memalukan, bank itu harusnya memiliki pengamanan sesuai standar BI," tutur Praniko, Selasa, 21 Juni 2022.

Kantor kas yang kebobolan akibat tidak ada petugas keamanan yang menjaga pada malam hari menunjukkan jika sistem pengamanan yang rendah. Padahal BPR Kertaharja berstatus sebagai BUMD Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Tidak Ada Satpam, Kantor Kas BPR Kertaraharja Dibobol Maling

"Kalau sampai kejadian dibobol seperti ini dengan tidak ada security yang jaga, ini sesuatu yang tidak layak dibanggakan, justru memalukan. Itu BUMD milik pemkab bandung yang kepemilkan sahamnya hampir 100 persen milik pemkab, ini jadi cerminan juga pemerintahan juga," ujarnya.

Sejatinya, kantor kas bank dijaga dengan ketat, terlebih di dalam kantor terdapat data nasabah yang harus dilindungi.

Padahal uang yang dikelola oleh BPR Kertaraharja bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga uang nasabah yang notabene telah percaya menitipkan hartanya di perbankan.

"Ini kan uang negara yang dititip ke BPR dan uang rakyat yang diputar. Harusnya diberi keyakinan dan jaminan  uang itu aman. Dengan kejadian ini, jangan sampai kepercayaan masyarakat menjadi turun," katanya.

Baca Juga: Wabah PMK di Bandung Barat Meluas, Kerugian Peternak Capai Rp8,5 Miliar

Praniko berharap agar pihak BPR Kertaharja menyelesaikan masalah tersebut, juga petugas kepolisian menangkap dan mengusut tuntas kasus tersebut.

"Usut tuntas, apakah ini murni pencurian biasa atau ada tindak pidana lain," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecewa, Calon PAW Golkar Pindah ke Demokrat

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:51 WIB
X