Wabah PMK di Bandung Barat Meluas, Kerugian Peternak Capai Rp8,5 Miliar

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:37 WIB
Meluasnya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menelan kerugian miliaran rupiah bagi para peternak.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Meluasnya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menelan kerugian miliaran rupiah bagi para peternak. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Meluasnya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menelan kerugian miliaran rupiah bagi para peternak.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) KBB, wabah PMK telah dilaporkan di 14 kecamatan dengan jumlah 4.904 hewan ternak terkonfirmasi PMK.

Dari data tersebut, mayoritas hewan ternak dinyatakan sembuh yakni 3.609 ekor. Namun angka hewan yang jadi korban juga tak sedikit. Pasalnya, ada 84 ekor mati di kandang dan 104 ekor dipotong paksa karena tak sanggup bertahan. 

Kepala Dipernakan KBB Undang Husni Tamrin menyebutkan, perhitungan kerugian bagai peternak mencapai Rp8,5 miliar karena mereka harus mengeluarkan biaya pengobatan, tambahan pemeliharaan terhadap ternak yang terjangkit, serta mengalami penurunan produksi. 

"Berdasarkan perhitungan kasar kita, jika satu ekor ternak terjangkit PMK maka pemilik rugi sekitar Rp3,5 juta. Nah dari jumlah per ekor ini kita prediksi di KBB sudah menderita kerugian Rp 8,5 miliar," kata Undang, Selasa, 21 Juni 2022. 

Baca Juga: Disdagin Sebut Kenaikan Harga Kepokmas di Kota Bandung akibat Faktor Cuaca

Ia membeberkan, wabah PMK sendiri sangat berdampak terhadap kondisi sapi. Pun sapi bisa mengalami penurunan produksi susu hingga bobot berat badan.

Meski begitu, Undang menegaskan, sapi yang terkena penyakit tersebut masih bisa dikonsumsi.

"Sampai 75 persen turun produksi. Dari satu ekor misalnya normalnya 15 liter, kalau kena PMK paling 3-5 liter," terang Undang.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X