Disdagin Sebut Kenaikan Harga Kepokmas di Kota Bandung akibat Faktor Cuaca

- Selasa, 21 Juni 2022 | 14:22 WIB
Disdagin Kota Bandung menyebut kenaikan harga kepokmas di Kota Bandung sebagian besar diakibatkan oleh faktor cuaca.  (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Disdagin Kota Bandung menyebut kenaikan harga kepokmas di Kota Bandung sebagian besar diakibatkan oleh faktor cuaca. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung sebagian besar diakibatkan oleh faktor cuaca. 
 
Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan pada Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan kenaikan harga kepokmas di Kota Bandung akibat faktor cuaca yang mengakibatkan gagal panen disertai permintaan yang meningkat menjelang hari raya Idul Adha. 
 
"Kalau terkait barang-barang kaya cabai memang lagi musim gagal panen kalau gak salah, akibat faktor cuaca mengakibatkan istilahnya barangnya tidak terlalu banyak jadi stok berkurang," ujar Meiwan Kartiwa kepada Ayobandung.com, Selasa, 21 Juni 2022.
 
Meiwan menyebut, stok yang kurang akibat gagal panen, diperparah dengan barang-barang hasil pertanian yang didatangkan dari Jawa Timur, Bandung Raya, Garut, dan Tasik, itu cepat membusuk akibat cuaca yang tidak menentu. 
 
"Selain faktor cuaca yang membuat barang-barang pertanian seperti cabai, bawang cepat busuk, permintaan juga naik menjelang Idul Adha dan menyebabkan kenaikan harga," jelas Meiwan. 
 
 
Untuk harga terigu, Meiwan menyebut kenaikan harga komoditi tersebut turut dipengaruhi oleh faktor impor dari luar negeri yang pasokannya saat ini terganggu meski dinilainya kenaikan harga terigu tidak terlalu signifikan. Ia juga berharap kenaikan jelang Idul Adha tidak terlalu tajam. 
 
"Kalau terigu saya pikir naiknya tidak signifikan itu imbas dari yang impor, dan diharapkan kenaikan jelang Idul Adha meski biasa naik jangan terlalu tinggi kenaikannya," papar Meiwan. 
 
"Meski banyak harga kebutuhan yang naik, memang sebelumnya lebaran kemarin ada harga yang mencapai seperti itu, tapi tidak seperti tahun lalu di mana harga cabai sama dengan daging," tandasnya. 
 
Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung merangkak naik dalam 2 pekan terakhir menjelang hari raya Idul Adha. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Sebelumnya, Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di Pasar Kosambi, Selasa, 21 Juni 2022, harga cabai melonjak cukup tinggi.
 
Seperti, cabai rawit yang kini menembus Rp100.000 per kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp50.000-70.000 per kilogram. 
 
Tak hanya jenis cabai rawit, cabai tanjung dan keriting pun mengalami kenaikan. Saat ini harga cabai tanjung berkisar dari Rp80.000-100.000 per kilogram.
 
 
Sedangkan untuk cabai keriting berkisar di Rp80.000 per kilogram yang sebelumnya hanya Rp.60.000 per kilogram. 
 
Selain cabai, bawang merah yang kini berada di harga Rp60.000 per kilogram juga mengalami kenaikan hampir 100 persen dibanding harga 2 minggu lalu yang berkisar di Rp30.000-40.000 per kilogram. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X