Wabah PMK Terus Meluas di KBB, Ribuan Hewan Terpapar, Ratusan Dipotong Paksa, dan Puluhan Mati

- Selasa, 21 Juni 2022 | 11:55 WIB
Penyebaran wabah PMK di KBB terus meluas. Dari 14 kecamatan yang terditeksi, dilaporkan sebanyak 4.904 hewan ternak terkonfirmasi PMK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Penyebaran wabah PMK di KBB terus meluas. Dari 14 kecamatan yang terditeksi, dilaporkan sebanyak 4.904 hewan ternak terkonfirmasi PMK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus meluas. Dari 14 kecamatan yang terditeksi, dilaporkan sebanyak 4.904 hewan ternak terkonfirmasi PMK

Dari data tersebut, mayoritas hewan ternak dinyatakan sembuh yakni 3.609 ekor.

Namun angka hewan yang jadi korban juga tak sedikit. Pasalnya, ada 84 ekor mati di kandang dan 104 ekor dipotong paksa karena tak sanggup bertahan. 

"Berdasarkan laporan laboratorium Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian, di Bandung Barat ada 4.904 yang terpapar, 84 mati dan 104 dipotong paksa," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan), KBB, Undang Husni Tamrin saat dihubungi, Selasa, 21 Juni 2022.

Ribuan ekor sapi yang terpapar PMK itu jumlah paling tinggi berada di wilayah-wilayah sentra peternakan, seperti Kecanatan Lembang, Cisarua, dan Parongpong. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Bandung Naik 100 Persen dalam 2 Pekan Terakhir

"Jadi total tersebar di 42 desa di 14 kecamatan. Kebanyakan memang sapi perah yang terpapar," kata Undang. 

Undang mengimbau agar para peternak langsung melaporkan jika terlihat ada indikasi PMK pada tubuh hewan ternak mereka. 

Pembersihan dan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak juga menjadi kunci utama untuk mencegah penularan PMK

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X