Forum Sunda Ngahiji Bahas Isu Provinsi Sunda hingga Calon Pemimpin Nasional

- Minggu, 19 Juni 2022 | 17:25 WIB
Forum Sunda Ngahiji, menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari (Mugaba), Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Forum Sunda Ngahiji, menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari (Mugaba), Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Sunda Ngahiji, menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal tokoh Sunda di Museum Galeri Bahari (Mugaba), Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu 19 Juni 2022. 

Dalam kesempatan ini hadir sejumlah tokoh Sunda mulai dari kalangan mantan birokrat, politisi, akademisi, hingga pegiat kebudayaan.

Di antaranya Tjetje Hidayat Padmadinata, Popong Otje Djunjunan, Jenderal (Purn) Budiman, Laksamana Purn Ade Supandi, Prof Dr Ganjar Kurnia, Iwan Ridwan Sulanjana, Taufiqurahman Ruki, Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, serta tokoh lainnya. 

Salah satu tokoh Sunda, Noeri Ispanji Firman mengatakan sudah lama para pemangku kepentingan Sunda tidak melakukan pertemuan cukup yang melibatkan tokoh-tokoh. Baik tokoh tokoh senior (kasepuhan), para pakar, aktivis pergerakan sunda dan para tokoh tokoh sosial budaya (paguron, tokoh adat, pesantren).

Kebetulan, Forum Sunda Ngahiji bakal menggelar Kongres sunda 2022 tanggal 27-29 Oktober 2022 bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Merdeka Bandung. Maka pertemuan ini dijadikan ajang konsolidasi persamaan visi-misi yang bakal dibawa dalam agenda kongres. 

Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Akan Mempertinggi Risiko Bencana di Kabupaten Bandung

"Pertemuan ini dilandasi kesadaran pentingnya membangun konsolidasi jelang Kongres Sunda 2022 yang mempunya visi Sunda Mulia Indonesia Jaya yaitu sunda yang dihargai suku bangsa lain dan Indonesia yang maju berkeadilan sesuai dengan pembukaan UUD 1945," terangnya.

Adapun isu yang dibahas yakni soal merumuskan strategi Kebudayaan Sunda sesuai dengan UU No. 5 tentang Pemajuan Kebudayaan, mewacanakan arah kebijakan dan pembangunan terbaik untuk Tatar Sunda dan Indonesia, Mengembalikan Nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda, dan terakhir memperkuat keterwakilan orang sunda di DPR/DPD/DPRD dan posisi dan kepemimpinan sunda di Pemilihan Presiden 2024. 

"Banyak isu yang dibahas. Salah satunya Jawa Barat dan Orang Sunda dalam kontestasi politik sering hanya dijadikan lumbung suara semata. Maka ke depan kita dorong pemimpin dari Sunda," terangnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X