Disbudpar Gandeng Pelaku Usaha Promosikan Wisata Bandung, Genjot Pemulihan Ekonomi

- Rabu, 15 Juni 2022 | 11:41 WIB
Disbudpar Gandeng Pelaku Usaha Promosikan Wisata Bandung, Genjot Pemulihan Ekonomi (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Disbudpar Gandeng Pelaku Usaha Promosikan Wisata Bandung, Genjot Pemulihan Ekonomi (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk pertama kalinya menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha guna membantu mempromosikan wisata Kota Bandung. 
 
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari menyebut kerjasama ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Kota Bandung dengan menyediakan informasi event yang sedang dan akan berlangsung di Kota Bandung melalui Community Story. 
 
"Kami melakukan terobosan, berkolaborasi langsung dengan pelaku usaha pariwisata. Dalam praktiknya, media informasi turut menyebarluaskan berbagai hal menarik yang ada di Kota Bandung, bahkan Jawa Barat," ujar Kenny, sapaan akrabnya, Selasa, 14 Juni 2022 petang. 
 
 
Kenny menjelaskan, kerja sama ini merupakan penyediaan media informasi yang memuat sejumlah acara yang terdaftar dalam Calendar of Event 2022 guna menggenjot kunjungan pariwisata ke Kota Bandung. 
 
Beberapa agenda di Calendar of Event 2022 seperti Bandung Independent Film Fest, World Music Concert Sora III: Journey of Live, Bandung Run, Fun Brewing, Bandung Isola Performing Arts Festival, Deklarasi Bandung Kota Angklung turut dipromosikan di bagian Community Story ini. 
 
Tersedia layanan digital berupa kode batang (barcode) pada community story. Saat pengunjung memindai kode batang itu, pelanggan dapat mengetahui berbagai kegiatan yang sedang, dan akan berlangsng di Kota Bandung. 
 
"Ini sesuai harapan pemkot juga, dengan kerjasama ini pelaku usaha bisa jadi agen promosi. Disbudpar butuh kerja sama yang banyak karena promosi harus viral dan masif dan mudah mudahan diikuti para pelaku usaha pariwisata lainnya di Kota Bandung," ujar Dewi.
 
 
Selain membantu mendongkrak sektor pariwisata di tengah upaya pemulihan ekonomi, tambah Dewi, upaya menggandeng para pelaku usaha pariwisata tersebut juga menjadi wujud friendly tourism di Kota Bandung. 
 
"Jadi ini semacam friendly tourism. Harapannya, kita semakin friendly untuk kedatangan wisatawan. Kami bisa tunjukkan bahwa Kota Bandung gak kalah dengan kota lain yang juga gencar mempromosikan sektor pariwisatanya," tuturnya. 
 
Sementara itu, CEO Maxx Coffee Mehdi Zaidi mengaku, menjalin kolaborasi dengan Pemkot Bandung dalam rangka mempromosikan pariwisata-terutama yang di Kota Bandung merupakan kebanggaan bagi pihaknya. Dia menyebutkan, cakupan kolaborasi tersebut bakal lebh meluas pada masa mendatang. 
 
"Bukan hanya itu (media informasi pariwisata), masih banyak bentuk-bentuk kolaborasi kami dengan Pemkot Bandung pada waktu-waktu mendatang," ucap Mehdi. 
 
Mehdi menilai, dengan turut mempromosikan pariwisata Kota Bandung akan memberikan manfaat bagi usahanya. Eksistensi usahanya bisa tumbuh seiring kemajuan pariwisata di Kota Bandung, maupun Jawa Barat. 
 
"Kami mengenal Kota Bandung memiliki banyak keunikan. Salah satu di antaranya, strategis sebagai daerah showcasing (memamekan) berbagai nilai (potensi), terutama cakupan Jawa Barat," ucap Mehdi.
 
 
Untuk diketahui, Maxx Coffee berdiri sejak 2015, kini telah memiliki 55 outlets di 18 kota seluruh Indonesia. Pada 2022, Maxx Coffee memperluas area sampai Singapura sebagai pelopor outlet di luar negeri dengan harapan dapat mengembangkan sayap ke Asia.
 
Maxx Coffee membuka outlet baru di jalan Buahbatu no 157, Cijagra, kecamatan lengkong, Kota Bandung. Yang juga menyajikan produk lokal Java Ciwidey guna membantu mendongkrak produk lokal Jawa Barat. 
 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Artikel Terkait

Terkini

X