Ruang Publik di Bandung Barat Belum Aman Bagi Perempuan dan Anak

- Jumat, 10 Juni 2022 | 13:50 WIB
Ilustrasi | Ruang publik di KBB dinilai belum aman bagi kaum perempuan dan anak, dilihat dari maraknya beberapa kasus pelecehan seksual. (Pixabay)
Ilustrasi | Ruang publik di KBB dinilai belum aman bagi kaum perempuan dan anak, dilihat dari maraknya beberapa kasus pelecehan seksual. (Pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ruang publik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinilai belum aman bagi kaum perempuan dan anak. Hal itu dilihat dari maraknya beberapa kasus pelecehan seksual yang terjadi beberapa bulan terakhir. 

Terbaru, dua kasus pelecehan anak yang terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Padalarang terjadi di ruang publik yakni transportasi umum angkot dan tempat uji KIR milik pemerintah daerah. 

"Kita sangat miris yah. Ini korban anak perempuan di bawah umur dan terjadi di ruang publik. Membuktikan KBB belum jadi ruang aman bagi perempuan dan anak," kata Aktivis Perempuan dari Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara), Euis Susilawati, Jumat 10 Juni 2022.

Menurut Euis, sulitnya menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak di Bandung Barat dikarenakan masih kentalnya budaya patriarki. 

Euis menjelaskan budaya patriarki menyebabkan ketimpangan dan ketidaksetaraan gender. Pada akhirnya, kondisi itu mendorong kekerasan terhadap kaum perempuan karena pandangan sosiologis bahwa kaum perempuan hanyalah objek semata. 

Baca Juga: Jenazah Eril Ditemukan, Wali Kota Bandung Berbelasungkawa

"Budaya ini menganggap bahwa perempuan gak setara. Mereka menganggap kaum perempuan hanya objek kekerasan dan pemuas nafsu. Ini yang mesti diluruskan," terangnya.

Diketahui berdasarkan data DP2KBP3A, sepanjang tahun 2022 ada 28 laporan terkait kasus kekerasan perempuan dan anak. Kasus tersebut meliputi, pelecehan seksual, KDRT, pencabulan, dan kekerasan kepada anak

Euis menjelaskan, kekerasan anak dan perempuan yang marak di ruang publik Bandung Barat mesti jadi alarm semua pihak. Penanggulangan mesti dilakukan secara holistik. Apalagi pada sisi hukum masalah ini telah dipayungi secara tegas melalui UU Perlindungan Anak serta yang terbaru UU TPS. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X