Puluhan Aktivis Lingkungan Tolak Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pangalengan-Ciwidey

- Kamis, 9 Juni 2022 | 14:59 WIB
Puluhan aktivis lingkungan Kabupaten Badnung melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Puluhan aktivis lingkungan Kabupaten Badnung melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan aktivis lingkungan Kabupaten Badnung melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan, di depan Kantor Pemkab Bandung, Kamis, 9 Juni 2022.

Wahyudin, salah seorang massa aksi mengatakan, rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan akan memiliki dampak luas terhadap kerusakan lingkungan di Kawasan Bandung Selatan (KBS).

"Pembangunan jalan tol dari soreng menuju Pangalengan tidak seiring dengan apa yang kami sampaikan kepada DPRD Kabupaten Bandung mengenai KBS menjadi benteng terakhir yang harus diselamatkan, ketika KBU sudah hancur," ujar Wahyudin.

Apabila jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan jadi dibangun, maka dampak negatif akan dirasakan oleh masyarakat di kemudian hari.

Salah satunya adalah akan terjadi alih fungsi kawasan yang dipastikan berdampak pada penyusutan air, penyusutan habitas satwa liar, sampai pengurangan fungsi kawasan hutan lidung dan, kawasan koservasi.

Baca Juga: Komentar David da Silva Soal Chemistry dengan Ciro Alves: Kami Semakin Baik

Selain itu, rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan juga tidak masuk dalam RPJMD Kabupaten Bandung. Artinya kata Wahyudin, saat ini belum ada kajian akademis mengenai rencana tersebut.

"Kami juga belum tahu sejauh mana kajian akademis, juga kajian ilmiah terkait rencana ini. Anehnya tiba-tiba dipublikasikan akan dibangun jalan tol dari Soreang sampai Pangalengan," katanya.

Padahal, jika melihat bentangan alam dari Soreang-Ciwidey-Pangalengan merupakan wilayah yang perlu diselamatkan, mengingat banyak kawasan hutan juga perbukitan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Semen Segera Tembus Rp70 ribu per sak, APBBC Minta Pemerintah Evaluasi

Apabila di kawasan tersebut dibangun jalan tol, secara otomatis akan menggunakan lahan hutan sampai area konservasi. Kondisi ini akan membuat daerah bandung selatan lebih rawan terhadap bencana alam yang merugikan masyarakat.

"Makanya kami menolak tegas rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan," tegasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Bandung Klaim Tidak Ada PHK Massal Selama 2022

Kamis, 17 November 2022 | 17:10 WIB

19,5 Ton Kopi Kabupaten Bandung Diekspor Ke Prancis

Kamis, 17 November 2022 | 16:33 WIB

Susun IKP, Bawaslu Sebut Hasil Merah Bukan Aib

Senin, 14 November 2022 | 20:42 WIB

Polisi Kejar Begal Bermodus Jadi Driver Ojol

Rabu, 9 November 2022 | 18:05 WIB
X