TOD KCJB di Walini Batal, Rencana Pemda KBB Bangun Stadion Internasional Ambyar

- Kamis, 9 Juni 2022 | 13:18 WIB
Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12/2020).  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Direktur Utama WIKA Tumiyana, dan Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, kompak memakai baju warna putih saat bertemu di Kantor Bipati Bandung Barat, Ngamprah, pada Rabu 16 Oktober 2019.

Selain tiga orang itu, hadir pula Direktur Utama PTPN VIII Wahyu, dengan mengenakan baju batik warna cokelat. Keempat orang itu berfoto di hadapan awak media usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembangunan Kawasan Metropolitan Walini Raya dan Transit Oriented Develovpent (TOD) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Kecamatan Cikalongwetan.

Nota kesepahaman itu berisi kewajiban konsorsium membangun jalan sepanjang 44 kilometer di Bandung Barat, menyediakan lahan seluas lebih kurang 30 hektare dan membangun sarana olahraga berikut penunjang lainnya. Serta menyediakan lahan seluas 5 hektare digunakan untuk pembangunan masjid besar kecamatan beserta pondok pesantren di Kecamatan Cikalongwetan, KBB.

Baca Juga: Pembangunan TOD Kereta Cepat PT KCIC Masih Belum Pasti di Walini

Timbal baliknya, Pemda KBB berkewajiban untuk menerbitkan izin lokasi pengembangan kawasan kereta cepat di Walini seluas 6.382 hektare termasuk areal seluas 2.000 hektare aset perkebunan.

Selain itu, Pemda KBB juga mesti menerbitkan izin lokasi Transit Oriented Develovpent (TOD) di Walini seluas 1.270 hektare ke PT KCIC, pengajuan permohonan izin exit toll KM.101 dan KM.106 Tol Cipularang dan juga penerbitan izin-izin lain terkait dengan Kawasan Walini Raya.

Saat itu, rencananya Pemda Bandung Barat bakal memakai lahan seluas 30 hektare di Walini untuk dibangun Stadion Gelanggang Olahraga (Gelora) Bandung Barat bertarap internasional. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemda KBB butuh dana Rp 500 miliar. Skema pendanaannya berasal dari Pemprov Jabar, APBD, dan pihak ke tiga atau CSR.

Baca Juga: Maling Gasak Uang Puluhan Juta di Kantor Pos Cikalongwetan Bandung Barat

Rencana pembangunan stadion tersebut ternyata ambyar setelah KCIC menunda pembangunan Walini Raya dan memutuskan membangun stasiun sementara di Padalarang. Tak cuma itu, pembangunan stadion yang digembar-gemborkan Aa Umbara ternyata tak pernah masuk rencana strategis (Renstra) dan RPJMD.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X