Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Ancam Kota Bandung jadi Zona Hijau PKL

- Selasa, 31 Mei 2022 | 12:47 WIB
[Ilustrasi PKL]Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Ancam Kota Bandung jadi Zona Hijau PKL (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
[Ilustrasi PKL]Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Ancam Kota Bandung jadi Zona Hijau PKL (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang saat ini sedang menggalakkan pemulihan ekonomi pascapandemi bagai pisau bermata dua. Dengan banyaknya pelonggaran terutama di sektor pariwisata membuat wisatawan kembali berbondong-bondong mengunjungi Kota Bandung
 
Namun hal tersebut bagaikan menjadi pisau bermata dua, pasalnya dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung diiringi dengan maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kembali menjamur di Kota Bandung
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com dalam satu pekan terakhir, para PKL kembali menjamur di berbagai lokasi yang sebetulnya menjadi zona merah atau tempat terlarang bagi PKL
 
 
ilustrasi PKL (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Seperti di Jalan Lengkong Kecil, ketika sore hari PKL menjamur hingga menghalangi area parkir yang secara jelas terpasang rambu khusus area parkir kendaraan bahkan tersedia mesin parkinya. Hal tersebut membuat area parkir tersebut tak bisa digunakan. 
 
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyebut pentingnya pemulihan ekonomi pascapandemi guna kembali menggerakkan ekonomi yang akan berdampak positif pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung
 
"Tapi jangan sampai isu ekonomi malah jadi membuat kota ini jadi semrawut dengan PKL. Zona merah akan kita tertibkan, siapapun di belakang mereka. Sambil kita melakukan pemberdayaan pada masyarakat," ujar Ema Sumarna, Selasa, 31 Mei 2022.
 
 
Maka, pihaknya bersama para pejabat kewilayahan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgasus) akan kembali menata pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung
 
"Kota Bandung ini terancam jadi zona hijau PKL kalau kita tidak memiliki target terukur untuk mempeluas zona merah. Zona merah bagaimana pun harus ditegaskan dan ditertibkan dari PKL," ungkap Ema.
 
Mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL, Satgasus PKL menargetkan utmuk menertibkan dan menata wilayah-wilayah yang terdapat PKL. Meski, Ema mengakui, jika salah satu tantangannya adalah isu ekonomi para PKL yang menurun setelah penertiban.
 
 
Meski sempat melakukan beberapa langkah penertiban di tahun-tahun sebelumnya, ternyata masih banyak PKL bandel yang muncul kembali di zona merah. Seperti di wilayah Dipati Ukur, Lengkong Kecil, Cikapundung, Sudirman, Kosambi, Tegalega, Kepatihan, dan Dalem Kaum.
 
"PKL Tegalega sempat dipindahkan ke Gedebage. Tapi, sekarang di Tegalega muncul lagi PKL baru. Sedangkan Gedebage jadi pasar," ujarnya
 
"Di Jalan Kepatihan juga kita hilangkan tenda biru tahun lalu sebelum almarhum Mang Oded meninggal. Tapi, sekarang kucing-kucingan lagi," lanjutnya.
 
Ema menambahkan, belum lagi muncul istilah moko (mobil toko). Pedagang yang awalnya muncul mingguan, tapi sekarang setiap hari mangkal di tempat yang sama.
 
 
"Moko juga jadi salah satu tantangan kita," ujarnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Satgasus PKL Kota Bandung, Atet Dendi Handiman mengatakan, pembenahan juga akan dilakukan pada lokasi-lokasi yang belum diatur zonasinya.
 
"Masih ada lokasi-lokasi yang belum diatur zonasinya. Nanti akan kita bahas lebih lanjut. Prinsipnya fasilitas umum tidak diperbolehkan jualan PKL. Kecuali yan diatur dan ditetapkan lain oleh wali kota," ujar Atet.
 
 
Ia juga menambahkan, perlu adanya sinkronisasi dari SKPD terkait dengan Satgasus PKL, baik dari data maupun tupoksi.
 
"Kita juga akan bahas mengenai anggaran karena selama ini yang konsisten ada itu di Dinas KUKM. Kami gunakan untuk pembinaan dan pemberdayaan PKL dalam meningkatkan usahanya. Sedangkan untuk penegakkan hukum dan penertiban itu belum ada anggarannya," pungkasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X