Disdik Kota Bandung Antisipasi Kecurangan Jalur Zonasi PPDB 2022

- Kamis, 26 Mei 2022 | 14:10 WIB
Ilustrasi siswa atau murid sekolah dasar | Disdik Kota Bandung telah memulai tahapan pendaftaran PPDB SD-SMP tahun 2022 yang terbagi ke dalam dua tahap untuk para calon peserta didik. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi siswa atau murid sekolah dasar | Disdik Kota Bandung telah memulai tahapan pendaftaran PPDB SD-SMP tahun 2022 yang terbagi ke dalam dua tahap untuk para calon peserta didik. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah memulai tahapan pendaftaran penerimaan peserta didik (PPDB) SD-SMP tahun 2022 yang terbagi ke dalam dua tahap untuk para calon peserta didik yaitu tahap pendataan dan penerimaan. 
 
Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyebut, saat ini proses PPDB mulai memasuki tahapan pendataan berkas kependudukan untuk orang tua calon peserta didik.
 
Pada tahapan pendataan untuk semua jalur PPDB, dimulai pada 25 Mei-10 Juni 2022. 
 
"Tahapannya sudah dibuka. Hari ini tanggal 25 Mei sudah mulai pendataan. Mudah-mudahan apa yang sudah disampaikan ke seluruh satuan pendidikan (sekolah) bisa direspons dan orang tua bisa memberi datanya," ujar Hikmat Ginanjar, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Setelah merampungkan tahapan pendataan, jelas Hikmat, orang tua calon peserta didik bisa mengikuti tahapan pendaftaran PPDB. Tahapan ini pun dibagi dua tahap.
 
Untuk jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua, pendaftaran dimulai pada 13-17 Juni 2022. Kemudian untuk jalur zonasi, pendaftarannya dibuka pada 27 Juni-1 Juli 2022.
 
 
"Total penerimaan PPDB tahun ini ada 75,173 kursi. Untuk kouta SD itu ada 37.585, kouta SMP 15.680 kemudian untuk SMP swasta 21.905," jelasnya. 
 
Hikmat memastikan PPDB dilakukan secara daring. Disdik pun telah menyiapkan server supaya alur PPDB tak memiliki kendala apa pun.
 
"Saya kira kita memiliki server yang bagus, itu digunakan untuk seluruh kegiatan disdik sangat mencukupi," ungkapnya.
 
Terkait kecurangan di jalur Zonasi, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung untuk memastikan calon pendaftar memenuhi syarat zonasi.
 
"Kita berkoordinasi dengan Disdukcapil, nanti Disdukcapil yang akan memberikan verifikasi dan validasi ke kita terkait data yang sesungguhnya," ujarnya. 
 
 
Terkait batas jarak zonasi, menurutnya batas jarak untuk SD dibatasi di jarak 1 kilometer dari tempat tinggal calon pendaftar, sementara untuk jenjang SMP dibatas 3 kilometer. 
 
"Jadi artinya masih di luar itu bisa masuk kategori diterima dan jika berbatasan dengan lokasi sekolah itu, maka dia mendapat hak untuk diterima di sekolah bersangkutan," tandasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semua Kantor ACT di Jabar Diminta Ditutup

Kamis, 7 Juli 2022 | 17:21 WIB
X