5 Sapi di Kota Bandung Positif Penyakit Kuku dan Mulut

- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:20 WIB
Ilustrasi sapi kurban. DKPP Kota Bandung mengkonfirmasi 5 ekor sapi dari salah satu peternakan di Babakan Ciparay positif terinfeksi penyakit kuku dan mulut (PMK). (Pixabay/Pexels )
Ilustrasi sapi kurban. DKPP Kota Bandung mengkonfirmasi 5 ekor sapi dari salah satu peternakan di Babakan Ciparay positif terinfeksi penyakit kuku dan mulut (PMK). (Pixabay/Pexels )
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mengkonfirmasi 5 ekor sapi dari salah satu peternakan di Babakan Ciparay positif terinfeksi penyakit kuku dan mulut (PMK). 
 
Kepala DKPP Kota Bandung Gin-Gin Ginanjar mengungkapkan 5 ekor sapi tersebut terkonfirmasi positif setelah dilakukan pemeriksaan swab dan darah yang dilakukan di Balai Veteriner Subang. 
 
"Jadi dari 14 sampel yang diambil, 5 di antaranya positif terkena PMK," ujarnya di Balai Kota Bandung, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Menurut Gin-Gin, 5 ekor sapi yang terkonfirmasi positif PMK itu merupakan bagian dari 10 sapi yang didatangkan dari luar daerah. 
 
 
"Sebetulnya pada tanggal 12 mei sudah kita lakukan pemeriksaan dan itu bagus semua hewan itu sehat dan tidak ada gejala," ungkapnya. 
 
"Namun karena mungkin kebutuhan mendesak persiapan jelang Iduladha, jadi peternak mendatangkan 10 sapi dari Purwakarta tepatnya di Pasar Ciwareng," imbuhnya. 
 
Kepala DKPP Kota Bandung Gin-Gin Ginanjar mengungkapkan 5 ekor sapi tersebut terkonfirmasi positif setelah dilakukan pemeriksaan swab dan darah yang dilakukan di Balai Veteriner Subang. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Saat ini, pihaknya sudah melakukan karantina dan pengobatan kepada 10 ekor sapi tersebut. Bahkan, berdasarkan hasil pengecekan pagi tadi, menurutnya kondisi sapi tersebut sudah berangsur membaik. 
 
"Dengan itu, kita akan melakukan pengawasan dan pengetatan. Saat ini kita sedang menunggu pembentukan satgas yang kemarin sudah disepakati yang salah satunya bagaimana menjaga jalur distribusi ternak," ungkapnya. 
 
 
Secara teknis, pihaknya akan melakukan penjagaan di perbatasan jalur masuk ke Kota Bandung untuk meminimalisir masuknya ternak yang berpotensi membawa virus PMK
 
"Ya seperti saat covid kita menjaga di perbatasan apakah kondisi ternak sehat dan tidak menunjukkan gejala, tapi kalau hewan itu salah satunya menghindari dari daerah berpenyakit. Kalaupun ada nanti setiap hewan itu wajib mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," tandasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X