10 Sapi di Peternakan Kota Bandung Terindikasi PMK

- Senin, 23 Mei 2022 | 17:30 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menemukan 10 ekor sapi yang ada di salah satu peternakan di Babakan Ciparay terindikasi gejala wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menemukan 10 ekor sapi yang ada di salah satu peternakan di Babakan Ciparay terindikasi gejala wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menemukan 10 ekor sapi yang ada di salah satu peternakan di Babakan Ciparay terindikasi gejala wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
 
Sekretaris Daerah Ema Sumarna menyebut,  saat ini pihaknya terus mengantisipasi penyebaran wabah PMK di Kota Bandung terlebih mendekati hari raya Idul Adha 9 Juli 2022 mendatang. 
 
"Subtansi yang kita bahas hari ini adalah bagaimana kita terus mengantisipasi terbaik dalam rangka menekan PMK. Walaupun perhari ini belum terinformasikan di Kota Bandung tidak ada hewan yang terpapar PMK," kata Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Senin, 23 Mei 2022.
 
 
Meski belum ditemukan sapi yang positif terinveksi PMK, jelas Ema, pihaknya sudah menemukan 10 ekor sapi yang mengarah pada gejala PMK di salah satu peternakan Kota Bandung.
 
"Tapi gejala klinisnya sudah ada kecurigaan, tapi sekarang kita sedang menunggu hasil labnya, apakah hewan itu positif atau tidak," ujar Ema.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gingin Ginanjar mengatakan, pihaknya menemukan 10 ekor sapi yang mengarah pada gejala PMK setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim internal DKPP. 
 
 
"Ada 10 ekor dari 49 ekor di salah satu peternakan di Babakan Ciparay," ucap Gingin.
 
Gingin mengatakan, 10 sapi yang terindikasi PMK itu berasal dari Jawa Timur dan dibawa ke Purwakarta. Setelah itu, dikirim ke Kota Bandung. Saat ini, sampel darah sapi tersebut sedang diuji di Lab Veteriner Subang. 
 
 
"Kita lakukan pemeriksaan oleh tim internal kita secara klinis untuk memastikan itu positif atau tidak, kita bawa sampel darahnya ke Laboratorium Veteriner Subang," jelas Gingin.
 
"Kita sedang menunggu hasilnya paling telat besok," pungkasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X