Kolam Retensi Pussenkav Rampung, Pemkot Bandung Klaim Atasi Banjir di Kawasan Turangga

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:43 WIB
Pemkot Bandung bekerjasama dengan Pussenkav membuat kolam retensi guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Pemkot Bandung bekerjasama dengan Pussenkav membuat kolam retensi guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan Pusat Senjata Kavaleri (Pussenkav) membuat kolam retensi guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan di kawasan Turangga.
 
"Alhamdulillah, hari ini kita hadir di kolam retensi lahan milik pusenkav seluas kurang lebih 1500 meter persegi dan untuk pekerjaan pembuatan kolam retensinya swakelola oleh dinas dari Pemkot Bandung," ujar Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Kolam Retensi Pussenkav, Senin 23 Mei 2022.
 
Dibangun oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), kolam retensi dengan kapasitas kurang lebih 13.000 liter ini diharapkan Yana bisa menyelesaikan masalah banjir dan genangan air di kawasan Turangga dan sekitarnya. 
 
"Ini suatu kerja sama yang menurut saya sangat luar biasa sangat jarang terjadi antara instansi militer dengan pemerintah baik itu tingkap kota atau provinsi. Jadi luar biasa, kolaborasi seperti ini ternyata bisa membantu salah satu masalah di Kota Bandung," lanjut Yana. 
 
Ke depan, Yana mengungkapkan akan kembali mengoptimalkan lahan milik Pussenkav di kawasan Kota Baru Parahyangan yang saat ini sedang dalam proses perizinan bisa digunakan untuk pembangunan pengolahan sampah. 
 
 
"Mudah-mudahan, apabila seluruh prosesnya selesai, perizinan dari pimpinan TNI atau dari kementerian itu nanti lahan milik Pussenkav di Kota Baru Parahyangan bisa dikerjasamakan juga untuk pengolahan sampah," lanjutnya. 
 
"Semoga ke depan tempat ini bisa jadi pemicu, mudah mudahan ada tempat lain entah itu swasta milik TNI atau siapapun bisa dikerjasamakan berbagai masalah termasuk pembuatan kolam retensi," tandasnya. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswansi menjelaskan saat ini Kota Bandung sudah memiliki 8 kolam retensi. Menurutnya, kolam retensi yang ada belum dapat sepenuhnya optimal mengatasi masalah banjir di Kota Bandung
 
Pemkot Bandung bekerjasama dengan Pussenkav membuat kolam retensi guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
"Kalau bicara sudahkan kolam retensi yang ada  ideal apa belum, kalau misalnya hujan satu drum, kolam retensi ini baru dua ember," imbuhnya. 
 
Lebih jauh Didi juga membeberkan ada beberapa kawasan rawan bajir yang belum memiliki kolam retensi
 
"Titik yang perlu penambahan kolam retensi, Cinambo belum beres dan juga kawasan Cipamuligan dan Cidurian itu yang membutuhkan, mudah mudahan bisa ketemu jalannya," papar Didi. 
 
Adapun delapan kolam retensi yang dimiliki Kota Bandung yakni Taman Lansia (8417,12 M3) untuk menangani banjir di Jalan Supratman dan Jalan Diponegoro, Kolam retensi Kandaga Puspa (6593,28 M3) untuk menangani banjir di Jalan Supratman dan Jalan Diponegoro.
 
 
Selanjutnya, Kolam retensi Sarimas (5370,35 M3) untuk menangani banjir di Perumahan Sarimas, kolam retensi Sirnaraga (2563,8 M3) untuk menangani banjir di daerah Pagarsih (Sungai Citepus).
 
Untuk kawasan Bandung Timur, ada kolam retensi Rancabolang (8904,45 M3) untuk menangani banjir di wilayah Rancabolang dan Gedebage dan Kolam retensi Cisurupan (1327,12 M3) untuk menangani banjir di daerah Gedebage serta kolam retensi Gedebage (5425 M3) untuk menangani banjir di Pasar Induk Gedebage.
 
"Dan ini kolam retensi Alugoro Park dengan lahan 1.500 hektar yang dapat menampung kurang lebih 13 ribu liter debit air untuk kawasan Turangga. Pasalnya, kawasan ini kerap mengalami banjir menahun," tandas Didi. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X