Keluarga Anggota Perguruan Silat yang Dibunuh Minta Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana

- Minggu, 22 Mei 2022 | 16:18 WIB
Ilustrasi senjata tajam. Keluarga anggota perguruan silat yang dibunuh, meminta Polresta Bandung menghukum seberat-beratnya dan pasal pembunuhan berencana. (Pixabay)
Ilustrasi senjata tajam. Keluarga anggota perguruan silat yang dibunuh, meminta Polresta Bandung menghukum seberat-beratnya dan pasal pembunuhan berencana. (Pixabay)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Keluarga DS, anggota perguruan silat yang dibunuh sekelompok orang, meminta Polresta Bandung menghukum seberat-beratnya dan pasal pembunuhan berencana.

Alam, salah seorang keluarga DS mengatakan, penganiayaan yang menimpa DS sampai tewas bermula dari permasalahan lapak parkir.

"Awalnya dari masalah lapak parkir. Jadi kami mencurigai ada orang di balik pembunuhan ini. Kami ucapkan terima kasih atas para tersangka ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 2X24 jam, kami juga berharap kasus ini diungkap sampai kepada orang yang mendalanginya," ujar Alam, Minggu, 22 Mei 2022, di Kabupaten Bandung.

Di samping itu, keluarga juga mengira apabila pembunuhan tersebut telah direncanakan oleh para pelaku.

Baca Juga: Seorang Anggota Perguruan Silat Dianiaya Sampai Tewas

Hal ini dibuktikan dengan pertemuan pertama korban dengan tersangka pada siang hari dan kemudian para tersangka mencari korban pada malam harinya.

"Para tersangka, menurut orang yang melihat semuanya membawa senjata tajam. Bukan seorang yang membawanya," katanya.

Selain itu, para tersangka juga diduga membawa barang-barang milik korban, berupa telepon genggam, dompet, jam tangan juga barang lainnya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Ryohei Miyazaki dan Reza Kusuma Batal Gabung Persib, Siapa Gantinya?

"Kita lihat hasil penyelidikan, akan dicantumkan pasal berkaitan dengan perbuatan tersangka dari hasil penyelidikan kami," katanya.

Kusworo juga mengimbau agar seluruh pihak untuk tidak terhasut dengan berita yang tidak benar di lapangan. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X