Seorang Anggota Perguruan Silat Dianiaya Sampai Tewas

- Minggu, 22 Mei 2022 | 15:43 WIB
Seorang anggota perguruan silat di Kabupaten Bandung tewas setelah dianiaya sekelompok orang pada Rabu, 18 Mei 2022. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Seorang anggota perguruan silat di Kabupaten Bandung tewas setelah dianiaya sekelompok orang pada Rabu, 18 Mei 2022. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG,AYOBANDUNG.COM -- Seorang anggota perguruan silat di Kabupaten Bandung tewas setelah dianiaya sekelompok orang.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu, 18 Mei 2022, malam, di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

"Korban merupakan anggota salah satu perguruan silat," ujar Kusworo, Minggu, 22 Mei 2022.

Korban berinisial DS tersebut tewas setelah dianiaya oleh 8 orang. Kasus ini bermula dari perselisihan DS dengan WG pada Januari 2022 lalu.

Pada waktu itu, DS terlibat perkelahian dengan WG. DS melakukan pembacokan terhdap WG yang mengenai telinganya.

"Pada rabu 18 Mei 2022, WG melihat DS yang sempat kembali cekcok. WG kemudian berbicara dengan 7 orang temannya yang menyulut emosi teman-temannya," ujar Kusworo.

Baca Juga: 2 Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia Gratis Sore Ini 16.00 WIB

Pada rabu 18 Mei 2022 malam sekitar pukul 20.00 WIB, WG bersama 7 orang temannya mendatangi DS di Kampung Gunungkaleng, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Sebanyak 8 orang melakukan penganiayaan terhadap korban. DS dianiaya menggunakan senjata tajam. Setelah itu, korban dibawa menggunakan sepeda motor ke Kampung Ceuri, Desa Katapang, Kecamatan Katapang.

"Di TKP kedua ini, korban ditinggalkan dan sempat terlindas," katanya.

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Ciamis Membawa Rombongan Peziarah dari Balaraja Banten

Korban tewas setelah mendapat penganiayaan para tersangka.

"Para tersangka kami amankan kurang dari 2X24 jam setelah kejadian. Dua tersangka diamankan dari Majalaya Kabupaten Bandung dan 6 tersangka diamankan dari Maroko, Kabupaten Bandung Barat," terangnya.

Para tersangka diancam pasal 170 ayat 1 dan 2, pasal 160 juga pasal 365 KHUPindana dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Kami masih melakukan pendalaman dalam kasus ini. Jika hasil pendalaman ada fakta lain, maka para tersangka akan dikenakan sesuai dengan pasal yang dilanggar," ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Ciamis, Bus Rem Blong dan Hantam 8 Kendaraan

Termasuk apabila diketahui jika para tersangka melakukan pembunuhan berencana.

"Para tersangka mengaku jika tindakannya dilakukan secara spontan, tapi faktanya barang bukti berupa golok dibawa oleh tersangka dari rumah untuk melakukan penganiayaan," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X