Viral Pasien Meninggal karena Kelalaian Petugas, DPRD Kota Bandung akan Panggil Pihak RSHS 

- Minggu, 22 Mei 2022 | 13:25 WIB
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. DPRD Kota Bandung berencana akan memanggil pihak RSHS Bandung untuk mengetahui penyebab pasien meninggal karena kelalaian petugas. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. DPRD Kota Bandung berencana akan memanggil pihak RSHS Bandung untuk mengetahui penyebab pasien meninggal karena kelalaian petugas. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Achmad Nugraha berencana akan memanggil pihak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya atas kasus yang sebelumnya sempat viral di Media Sosial.
 
Diketahui, kasus yang viral di Media Sosial ini terjadi di RSHS Bandung. Dalam video memperlihatkan seorang pasien sedang dirawat, meninggal dunia akibat kelalaian petugas rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan.
 
"Iya (akan memanggil pihak RSHS Bandung). Kan menggundang kan boleh untuk mendengarkan informasi yang lebih lanjut dari yang bersangkutan apa yang terjadi sebetulnya," ujar Achmad, Minggu, 22 Mei 2022.
 
Rencana pemanggilan tersebut, jelas Achmad, akan dilakukan pada Senin, 23 Mei 2022. Pihaknya melalui Komsi D DPRD Kota Bandung untuk melakukan hiring dengan pihak Rumah Sakit.
 
"Tentunya nanti hari Senin, saya akan sampaikan kepada komisi D oleh Pimpinan DPRD agar komisi D melakukan hiring dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin," katanya. 
 
Dengan adanya insiden tersebut, Achmad mengimbau kepada seluruh Fasilitas Kesehatan untuk tidak membeda-bedakan pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan.
 
 
"Jadi pengunaan BPJS itu bukti, kepersertaan pelayanan ada di Rumah Sakit. Maka Rumah Sakit harus memberikan pelayanan dengan bentuk BPJS apa pun, baik BPJS pemerintah mau pun BPJS mandiri, dan termasuk pelayanan umum. Jadi harapan saya seluruh Rumah Sakit di Kota Bandung harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang menjadi pasien di Rumah Sakit," tuturnya. 
 
Sebelumnya, viral beredar video yang memperlihatkan pasien meninggal dunia di rumah sakit, diduga akibat kekurangan oksigen. Dalam keterangan video disebutkan, lokasi tersebut berada di RSHS Bandung.
 
Video itu diunggah akun @risalunaqueen dan sudah ditonton hampir 12.8 juta view di platform TikTok serta dibagikan lebih dari 22 ribu kali. Dalam video memperlihatkan sang suami marah-marah dan kecewa lantaran pelayanan RS yang tak kunjung mengganti tabung oksigen yang sedang dibutuhkan istrinya.
 
"Kondisi pasien drop, oksigen habis namun dokter dan perawat tak kunjung mengganti oksigen dengan yang baru sehingga pasien meninggal, setelah pasien meninggal baru oksigen diganti, inikah pelayanan rumah sakit terhadap pasien? Seolah acuh akan nyawa pasien," tulis unggahan akun TikTok @risalunaquen yang dilihat Ayobandung.com, Jumat, 20 Mei 2022.
 
 
Suami pasien, Arif Susanto membenarkan video tersebut. Arif bercerita, video itu diambil ketika dia meminta bantuan perawat mengganti tabung oksigen untuk istrinya yang sedang dirawat. 
 
Namun, penanganan petugas lamban sehingga istrinya yang sakit kanker kulit akhirnya tidak tertolong.
 
Pada saat itu juga Arif menyampaikan kekecewaanya pada petugas di RSHS Bandung saat istrinya dirawat. 
 
Arif mengaku sudah meminta pertolongan hingga tiga kali untuk ganti tabung oksigen tapi perawat abai.
 
"Saya cuma minta (RSHS) datang ke sini, lihat kondisi saya, anak saya, ibu saya. Minta maaf lah intinya ma ke sini (saya)," kata Arif, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Viral Pasien Meninggal di RSHS Bandung Akibat Kekurangan Oksigen, Ini Tanggapan RS. (Akun TikTok @risalunaqueen)
 
Permintaan Arif supaya RSHS Bandung ke rumahnya bukan berarti minta pertanggungjawaban atas kematian istrinya.
 
 
Arif mengakui kehilangan istrinya adalah takdir, tetapi dia tetap berharap RSHS Bandung mengakui kesalahannya.
 
"Jadi tidak ada kepikiran jauh-juah. Hanya minta maaf ke saya, ibu, dan anak. Itu saja," paparnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X