Disdik Kota Bandung Awasi Masih Adanya Praktik 'Jual Beli Kursi' di Sekolah

- Minggu, 22 Mei 2022 | 12:38 WIB
Ilustrasi uang rupiah | Disdik Kota Bandung akan mengawasi kemungkinan masih adanya praktik 'jual beli kursi' dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). (Pixabay/Ekoanug)
Ilustrasi uang rupiah | Disdik Kota Bandung akan mengawasi kemungkinan masih adanya praktik 'jual beli kursi' dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). (Pixabay/Ekoanug)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akan mengawasi kemungkinan masih adanya praktik 'jual beli kursi' dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi pada 2022.
 
Istilah 'jual beli kursi' merupakan sebutan untuk praktik haram yang dilakukan pihak sekolah, untuk menerima murid tertentu secara membayar sejumlah uang.
 
Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan akan praktik tersebut. Karena biasanya, terjadi pada saat proses belajar mengajar telah berjalan. 
 
"Untuk pengawasan, kita ada pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di masing-masing satuan pendidikan. Mereka akan memberikan informasi apabila ada hal-hal yang ditanyakan," kata Hikmat Ginanjar, Minggu 20 Mei 2022.
 
Namun demikian, Hikmat Ginanjar memastikan bahwa pelaksanaan PPDB di Kota Bandung berjalan akuntabel, lancar, dan transparan. Sehingga praktik 'jual beli kursi' di Kota Bandung kemungkinan minim terjadi. 
 
 
Lebih dari itu, Hikmat menekankan akan pentingnya pendidikan usia sekolah dasar bagi semua lapisan masyarakat. Baik negeri atau pun swasta, kegiatan belajar mengajar tidak ada yang berbeda. 
 
"Prinsip bagi Pemkot Bandung anak usia sekolah dasar semuanya harus sekolah. Semua bersama sama bertanggung jawab. Tidak hanya kepala sekolah, dan guru. Tetapi masyarakat, orang tua, mari didik anak-anak kita menjadi generasi yang memiliki ahlak mulia," ucapnya.
 
Terkait PPDB masa pandemi, Hikmat meyakini hingga saat ini tidak menemui kendala yang berarti. Dengan tetap menggunakan metode zonasi dan daring, ia menilai proses PPDB di Kota Bandung relatif lancar. 
 
 
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada persoalan saya kira, dan zonanya tetap menggunakan zona zonasi, perpindahan ortu, jalur prestasi, dan juga akademis," ungkapnya. 
 
"Dan itu mengacu kepada tahun lalu, dan memang sangat efektif, sehingga tidak ada  kerumunan dan semua dibantu oleh kepala sekolah dan wali kelas yang ada di sekolah asal," tandasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X