Istri Meninggal di RSHS Bandung Diduga Kekurangan Oksigen, Suami Berharap Pihak RS Minta Maaf

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:39 WIB
Ilustrasi tabung oksigen. Viral beredar video yang memperlihatkan pasien meninggal dunia di rumah sakit diduga akibat kekurangan oksigen. (Pixabay/blickpixel)
Ilustrasi tabung oksigen. Viral beredar video yang memperlihatkan pasien meninggal dunia di rumah sakit diduga akibat kekurangan oksigen. (Pixabay/blickpixel)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Viral beredar video yang memperlihatkan pasien meninggal dunia di rumah sakit diduga akibat kekurangan oksigen. Dalam keterangan video disebutkan, lokasi tersebut berada di RSHS Bandung.
 
Video itu diunggah akun @risalunaqueen dan sudah ditonton hampir 12.8 juta view di platform TikTok serta dibagikan lebih dari 22 ribu kali. Dalam video memperlihatkan sang suami marah-marah dan kecewa lantaran pelayanan RS yang tak kunjung mengganti tabung oksigen yang sedang dibutuhkan istrinya.
 
"Kondisi pasien drop, oksigen habis namun dokter dan perawat tak kunjung mengganti oksigen dengan yang baru sehingga pasien meninggal, setelah pasien meninggal baru oksigen diganti, inikah pelayanan rumah sakit terhadap pasien? Seolah acuh akan nyawa pasien," tulis unggahan akun TikTok @risalunaquen yang dilihat Ayobandung.com, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Suami pasien, Arif Susanto membenarkan video tersebut. Arif bercerita, video itu diambil ketika dia meminta bantuan perawat mengganti tabung oksigen untuk istrinya yang sedang dirawat. 
 
Namun, penanganan petugas lamban sehingga istrinya yang sakit kanker kulit akhirnya tidak tertolong.
 
 
Pada saat itu juga Arif menyampaikan kekecewaanya pada petugas di RSHS Bandung saat istrinya dirawat. 
 
Arif mengaku sudah meminta pertolongan hingga tiga kali untuk ganti tabung oksigen tapi perawat abai.
 
"Saya cuma minta (RSHS) datang ke sini, lihat kondisi saya, anak saya, ibu saya. Minta maaf lah intinya ma ke sini (saya)," kata Arif, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Viral Pasien Meninggal di RSHS Bandung Akibat Kekurangan Oksigen, Ini Tanggapan RS. (Akun TikTok @risalunaqueen)
 
Permintaan Arif supaya RSHS Bandung ke rumahnya bukan berarti minta pertanggungjawaban atas kematian istrinya.
 
Arif mengakui kehilangan istrinya adalah takdir, tetapi dia tetap berharap RSHS Bandung mengakui kesalahannya.
 
"Jadi tidak ada kepikiran jauh-juah. Hanya minta maaf ke saya, ibu, dan anak. Itu saja," paparnya.
 
Sebelumnya diberitakan, Arif menceritakan kronologis penanganan perawat di RSHS Bandung yang dianggapnya lalai sehingga menimbulkan korban jiwa.
 
Dia mengatakan, istrinya yang divonis kanker kulit stadium akhir awalnya melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Santo Yusuf, Kota Bandung
 
Namun, karena satu dan lain hal, pasien kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Istri Arif kemudian mendapat perawatan intensif sejak Rabu, 11 Mei 2022.
 
Karena kondisinya yang memang sudah parah, pasien kemudian harus mendapatkan bantuan oksigen untuk bernapas. Di sinilah persoalan itu dimulai. Arif bercerita bahwa pasokan oksigen dari rumah sakit sangat sulit didapat.
 
 
Menurutnya, keterlambatan suplai oksigen yang lambat sempat dirasakan ketika Sabtu 14 Mei 2022 malam. Kala itu Arif yang menjaga istrinya seorang diri meminta perawat untuk mengganti oksigen karena hampir habis.
 
Sayangnya, menurut dia perawat yang berjaga justru tidur dan tidak mengindahkan permintaan tersebut. Arif pun kemudian masuk ke ruangan kembali menjaga istrinya.
 
Tak berselang lama datang lagi ke ruangan jaga perawat meminta oksigen ketika istri sangat kritis. Barulah ada seorang petugas yang memberi tabung oksigen baru.
 
"Jadi memang lama penanganan dari petugas. Ada yang tidur petugasnya pas saya minta ganti oksigen," ujar Arif, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Pada Selasa 17 Mei 2022 malam, jelas dia, sang istri kembali kritis setelah oksigen hampir habis. Kala itu Arif menjaga bersama orang tuanya. Sang ibu pun menghampiri ruang perawat untuk meminta penggantian oksigen.
 
Namun kembali perawat tidak mengindahkan permintaan tersebut. Tidak satu kali, ibu Arif meminta pertolongan itu dua kali, tetapi tabung oksigen baru tidak kunjung datang.
 
"Perawat hanya bilang entar (nanti). Pas oksigen habis istri saya langsung kritis," kata dia.
 
Arif yang melihat kondisi istrinya makin susah bernapas lantas mendatangi langsung tempat perawat meminta hal serupa. Sayangnya, jawaban perawat tidak membuat Arif puas.
 
"Hanya bilang 'Oh' saja. Pas cek istri oksigen habis dan sudah tidak tertolong. Jadi sebelum diganti oksigennya sudah meninggal," jelas Arif.
 
Hal yang membuat kesal Arif adalah perawat terlihat tidak abai dengan permintaannya. Padahal perawat juga tahu bahwa kondisi istrinya sudah kritis dan kesulitan bernafas tanpa bantuan oksigen.
 
 
Ketika istrinya dinyatakan meninggal Arif sangat kesal, dia pun merekam kejadian ini dan sempat bersitegang membuat ramai ruangan yang dihuninya.
 
Mulai dari perawat ruangan lain, dokter, hingga satpam baru datang setelah ada keramaian tersebut. Barulah setelah ada keramaian itu petugas yang biasa mengganti oksigen datang ke ruangan.
 
"Itu sudah 20 menit setelah saya bikin rame-rame. Padahal saya sudah tiga kali minta ganti oksigen," kata dia. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X