Viral Pasien Meninggal di RSHS Bandung Akibat Kekurangan Oksigen, Ini Tanggapan RS

- Jumat, 20 Mei 2022 | 16:25 WIB
Viral Pasien Meninggal di RSHS Bandung Akibat Kekurangan Oksigen, Ini Tanggapan RS. (Akun TikTok @risalunaqueen)
Viral Pasien Meninggal di RSHS Bandung Akibat Kekurangan Oksigen, Ini Tanggapan RS. (Akun TikTok @risalunaqueen)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Viral beredar video yang memperlihatkan pasien meninggal dunia di rumah sakit akibat kekurangan oksigen. Dalam keterangan video disebutkan, lokasi rumah sakit tersebut adalah RSHS Bandung.
 
Video itu diunggah akun @risalunaqueen dan sudah ditonton hampir 12.8 juta pengguna di platform TikTok serta dibagikan lebih dari 22 ribu kali.
 
Dalam video memperlihatkan sang suami marah-marah dan kecewa lantaran pelayanan RS yang tak kunjung mengganti tabung oksigen yang sedang dibutuhkan istrinya.
 
 
"Kondisi pasien drop, oksigen habis namun dokter dan perawat tak kunjung mengganti oksigen dengan yang baru sehingga pasien meninggal. Setelah pasien meninggal baru oksigen diganti, inikah pelayanan rumah sakit terhadap pasien? Seolah acuh akan nyawa pasien," tulis unggahan akun TikTok @risalunaquen dikutip Ayobandung.com, Jumat, 20 Mei 2022.

Menanggapi hal tersebut, Plh Direktur Utama RSHS Bandung Yana Akhmad menegaskan bahwa kabar terkait pasien yang meninggal karena kehabisan oksigen tidaklah benar.

“Kami menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pasien kami yang dirawat. Pelayanan yang diberikan kepada pasien berdasarkan video telah kami lihat berdasarkan prosedur,” ujar Yana melalui siaran pers virtual Jumat, 20 Mei 2022.
 

“Terkait dengan pemberitaan masalah oksigen pasien tersebut, oksigen yang diberikan kepada pasien tidak habis. Kami menyatakan oksigen yang digunakan tidak habis, tetap sedang mengalir, tetap sedang diberikan kepada pasien,” kata Yana.

Yana mengatakan, ketersediaan oksigen untuk pasien tersebut dapat dicermati melalui saluran dan masker yang digunakan pasien. Masker pasien menggembung berisi udara. 
 
Pada tabung, lanjut Yana, terlihat angka menunjukkan yang menandakan bahwa volume oksigen tidak kosong. Pasien sedang diberikan oksigen. 

“Oksigen tidak kosong, jadi pasien sedang diberikan oksigen. Bahkan karena pasien ini cukup serius, perawat kami dan petugas menempatkan pasien di tempat yang harus diobservasi. Kedaruratan ini juga dapat dilihat terdapat tabung oksigen lainnya selain yang digunakan oleh pasien,” ucapnya.
 
Baca Juga: Viral Seorang Remaja Dikeroyok hingga Bonyok di Cimahi, Polisi Buru Pelaku

Terakhir, Yana mengatakan, RSHS Bandung sudah menjelaskan sebelumnya terkait SOP kepada keluarga pasien terkait kondisi penyakit yang diderita oleh pasien.
 
Sebelumnya diberitakan, Arif Susanto selaku suami korban menceritakan kronologis penanganan perawat di RSHS Bandung yang dianggapnya lalai sehingga menimbulkan korban jiwa.
 
Dia mengatakan istrinya yang divonis kanker kulit stadium akhir awalnya melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Santo Yusuf, Kota Bandung. Namun, karena satu dan lain hal, pasien kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Istri Arif kemudian mendapat perawatan intensif sejak Rabu, 11 Mei 2022.

Karena kondisinya yang memang sudah parah, pasien kemudian harus mendapatkan bantuan oksigen untuk bernapas. Di sinilah persoalan itu dimulai. Arif bercerita bahwa pasokan oksigen dari rumah sakit sangat sulit didapat.
 
Menurutnya, keterlambatan suplai oksigen yang lambat sempat dirasakan pada Sabtu 14 Mei 2022 malam. Kala itu Arif yang menjaga istrinya seorang diri meminta perawat untuk mengganti oksigen karena hampir habis.
 
 
Sayangnya, menurut dia perawat yang berjaga justru tidur dan tidak mengindahkan permintaan tersebut. Arif pun kemudian masuk ke ruangan kembali menjaga istrinya.

Tak berselang lama datang lagi ke ruangan jaga perawat meminta oksigen ketika istri sangat kritis. Barulah ada seorang petugas yang memberi tabung oksigen baru.
 
"Jadi memang lama penanganan dari petugas. Ada yang tidur petugasnya pas saya minta ganti oksigen," ujar Arif, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Pada Selasa 17 Mei 2022 malam, kata dia, sang istri kembali kritis setelah oksigen hampir habis. Kala itu Arif menjaga bersama orang tuanya. Sang ibu pun menghampiri ruang perawat untuk meminta penggantian oksigen.

Namun kembali perawat tidak mengindahkan permintaan tersebut. Tidak satu kali, ibu Arif meminta pertolongan itu dua kali, tapi tabung oksigen baru tidak kunjung datang.

"Perawat hanya bilang entar (nanti). Pas oksigen habis istri saya langsung kritis," kata dia.
 
Baca Juga: Viral Pemuda Beratribut XTC di Kota Bandung Lakukan Pengeroyokan, Begini Tanggapan Ivan Rivky

Arif yang melihat kondisi istrinya makin susah bernapas lantas mendatangi langsung tempat perawat meminta hal serupa. Sayangnya, jawaban perawat tidak membuat Arif puas.
 
"Hanya bilang 'Oh' saja. Pas cek istri oksigen habis dan sudah tidak tertolong. Jadi sebelum diganti oksigennya sudah meninggal," kata Arif.

Hal yang membuat kesal Arif adalah perawat terlihat tidak abai dengan permintaannya. Padahal perawat juga tahu bahwa kondisi istrinya sudah kritis dan kesulitan bernapas tanpa bantuan oksigen.
 
Baca Juga: Viral Pasien Meninggal di RSHS Karena Kekurangan Oksigen, Begini Kronologi Versi Keluarga Korban

Ketika istrinya dinyatakan meninggal Arif sangat kesal, dia pun merekam kejadian ini dan sempat bersitegang membuat ramai ruangan yang dihuninya.
 
Mulai dari perawat ruangan lain, dokter, hingga satpam baru datang setelah ada keramaian tersebut. Barulah setelah ada keramaian itu petugas yang biasa mengganti oksigen datang ke ruangan.

"Itu sudah 20 menit setelah saya bikin rame-rame. Padahal saya sudah tiga kali minta ganti oksigen," kata dia.

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X