Pandangan Peternak terkait Wabah PMK, Antara Takut dan Senang

- Jumat, 20 Mei 2022 | 15:50 WIB
[ilustrasi] Pandangan Peternak terkait Wabah PMK, Antara Takut dan Senang (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
[ilustrasi] Pandangan Peternak terkait Wabah PMK, Antara Takut dan Senang (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
 
ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Bambang Heryanto selaku salah satu peternak sapi yang ada di Kota Bandung mengaku was-was dan khawatir dengan merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang melanda di sejumlah daerah Jawa Timur.
 
"Sebenarnya sampai hari ini was-was. Jangan-jangan sapi ternak saya kena. Makanya saya upayakan memproteksi agar tidak ada yang kena," ujar Bambang di kawasan Arcamanik, Jumat 20 Mei 2022.
 
Menurut Bambang, peternak hewan di Kota Bandung telah mendapat bantuan dari pemerintah kota dalam upaya perlindungan dari PMK. Semisal obat-obatan yang diberikan secara gratis. 
 
 
"Kota Bandung belum ada yang terjangkit, dan mudah-mudahan tidak ada. Misalnya ada, kita jaga dan periksa betul dengan menggandeng pemerintah. Alhamdulillah kita sudah mendapat obat-obatan gratis dari dinas terkait," ucapnya. 
 
Bambang Heryanto mengatakan, selama ini pihaknya mendapat pasokan sapi ternak dari kawasan Jawa Timur, tepatnya dari daerah Ponorogo. Kualitas sapi dari kawasan tersebut, memang terkenal bagus. 
 
 
Namun sejak merebaknya wabah PMK, Bambang mengaku tak lagi mendapat suplai sapi. Akibatnya, stok yang dimiliki saat ini terbilang minim, bahkan jauh lebih sedikit saat Hari Raya Iduladha kemarin. 
 
"Tetapi kita ada senangnya juga, karena harga sapi saat ini mungkin akan lebih bagus, karena stoknya kan sedikit. Dengan kebutuhan Iduladha yang mencapai 5 ribu ekor nanti, sementara stok kita hanya 1 ribu. Kemungkinan harga akan bagus," ujar dia.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X