Wabah PMK di Kabupaten Bandung, Muncul Temuan Kasus di 4 Kecamatan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:59 WIB
[ilustrasi hewan ternak] Wabah PMK di Kabupaten Bandung, Muncul Temuan Kasus di 4 Kecamatan (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
[ilustrasi hewan ternak] Wabah PMK di Kabupaten Bandung, Muncul Temuan Kasus di 4 Kecamatan (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pertanian Kabupaten Bandung melaporkan terdapat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak jenis sapi dan kambing di empat wilayah kecamatan. Antisipasi dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut menyebar lebih luas.

"Sampai dengan tanggal 18 Mei 2022, sudah ditemukan kasus yang diduga PMK di empat kecamatan di 5 desa di lokasi kantong ternak sapi perah," ujar Kepala Dinas Pertanian Tisna Umaran melalui keterangan resmi yang diterima dinukil, Jumat (20/5/2022).

Ia mengatakan empat kecamatan yang diduga terdalat kasus PMK yaitu Kecamatan Kertasari, Desa Tarumajaya untuk sapi perah, Kecamatan Pangalengan Desa Margamekar, Kecamatan Pasir jambu, Desa Mekarmaju dan Desa Cibodas. Serta Kecamatan Cimenyan Desa Mekarmanik.

Baca Juga: Oppo Reno 7 dan Daftar Harga 13 HP Oppo Terbaru Periode Mei 2022

Ia menyebut penyakit tersebut akan menyebar dan menjadi wabah jika tidak segera dilakukan tindakan pengendalian. Morbiditas atau tingkat hewan ternak yang sakit masih sangat rendah di kandang sehingga waktu yang tepat untuk mengendalikan.

"Hasil temuan di lapangan, faktor penyebaran penyakit bukan hanya dari hewan ternak yang melintas antar kabupaten provinsi, tapi juga hewan yang berada di dalam Kabupaten Bandung," katanya dinukil Republika.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik dengan fenomena Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak. Sebab PMK tidak menyebar kepada manusia dan tidak perlu khawatir karena daging dari hewan yang terkena PMK ini diolah dan diproses dengan benar tidak berdampak pada manusia.

Baca Juga: Poco F4 GT sampai Poco X4 Pro 5G, Cek 14 HP Xiaomi Terbaru beserta Harga Periode Mei 2022

Ia mengatakan pihaknya melaksanakan pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan, rumah potong hewan dan peternak. Selain itu karantina terhadap hewan masuk yang tanpa memiliki surat keterangan kesehatan dan berasal dari daerah tertular atau risiko tinggi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X