Stok Sapi Kota Bandung Hanya Penuhi 20 Persen Kebutuhan Akibat Wabah PMK

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:07 WIB
[ilustrasi hewan ternak] Stok Sapi Kota Bandung Hanya Penuhi 20 Persen Kebutuhan Akibat Wabah PMK (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
[ilustrasi hewan ternak] Stok Sapi Kota Bandung Hanya Penuhi 20 Persen Kebutuhan Akibat Wabah PMK (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mengintai Kota Bandung, menyusul temuan kasus di empat kecamatan di Kabupaten Bandung. Imbasnya, pasokan hewan ternak hanya mempu memenuhi 20 persen dari jumlah ideal kebutuhan daging sapi menjelang Idul Adha. Hal serupa juga terlihat pada ketersediaan domba yang hanya mencapai 10 persen dari kebutuhan.

“Idealnya untuk sapi 5.000 ekor, kalau domba itu 15.000, itu kondisi normal. Tapi sekarang sapi cuma sekitar 980 ekor dari 50 peternakan, kalau domba 1.118 ekor dari 150 peternakan,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung Ema Sumarna saat melakukan peninjauan ke salah satu peternakan sapi di Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (20/5/2022).

Penurunan jumlah hewan ternak, kata Ema, memang sudah terlihat sejak merebaknya wabah Covid-19. Kondisi itu semakin memburuk dengan adanya wabah PMK yang membuat beberapa wilayah penyuplai hewan ternak terpaksa menghentikan pengiriman, seperti daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Vivo Terbaru 2022 dan Daftar Lengkapnya Periode Mei 2022, Ada Vivo T1 5G lho

“Sekarang saya dengar di Kabupaten bandung, Sumedang, dan KBB (kabupaten Bandung Barat) sudah ada, Kota Bandung kan di lingkari daerah ini. Makanya kita antisipasi ini harus lebih maksimal. Belum lagi nanti ada pedagang musiman dari banyak daerah. Nah ini yang harus benar benar kita awasi betul,” kata Ema.

Langkah antisipatif yang dilakukan adalah memperketat perizinan dan pemeriksaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Selain itu, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengupayakan diberlakukannya rapid tes dan vaksinasi hewan ternak.

Baca Juga: Oppo Reno 7 dan Daftar Harga 13 HP Oppo Terbaru Periode Mei 2022

“Rapid tes ini sebenarnya sesuatu yang tidak terduga dan bentuk kehati-hatian kami ya, karena kalau lihat dari anggaran DKPP sebenarnya ini (anggaran rapid tes) tidak ada. Jadi ini kaya persoalan, tapi ini bisa dibebankan ke peternak atau ke pembeli karena harganya tidak spektakuler,” kata Ema.

Sedangkan untuk vaksinasi, kata Ema, masih menunggu kiriman dari Pemerintah Pusat yang diperkirakan baru terealisasi pada Agustus 2022 mendatang. “Vaksin kan tergantung dari pusat, kita tidak dalam posisi memiliki otoritas itu, kita masih menunggu. Termasuk lab juga kan kita masih bergantung, tempatnya ada di Subang. Karena kemarin di Kota Bandung ada satu kasus dan begitu diuji ke sana hasilnya negatif,” kata Ema.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X