Waspada Wabah PMK, Pemkot Bandung Awasi Pedagang Ternak Musiman Jelang Iduladha

- Jumat, 20 Mei 2022 | 12:26 WIB
Waspada Wabah PMK, Pemkot Bandung Awasi Pedagang Ternak Musiman Jelang Iduladha (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Waspada Wabah PMK, Pemkot Bandung Awasi Pedagang Ternak Musiman Jelang Iduladha (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi tak kurang dari 2.000 hewan ternak sapi dan kambing yang ada di 200 peternakan Kota Bandung bebas penyakit kuku dan mulut (PMK) yang sedang mewabah diberbagai daerah termasuk Bandung Raya. 
 
"Kota Bandung alhamdulillah sampai hari ini saya bicara, versi kawan-kawan DKPP ini tidak ada kasus. Dan kita berdoa jangan ada kasus. Makanya kita sekarang melakukan pengecekan secara intensif," ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, Jumat 20 Mei 2022.
 
Meski begitu, pihaknya mewaspadai pedagang ternak musiman yang banyak muncul jelang hari raya Idul Adha. Terlebih, jelas Ema, kasus PMK sudah ditemukan di wilayah aglomerasi Bandung Raya seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat hingg Kabupaten Sumedang. 
 
 
"Makanya kita antisipasi ini harus lebih maksimal. Belum lagi nanti ada pedagang musiman, nah ini yang harus benar benar kita awasi betul," jelasnya. 
 
Ema menyebut, Pemkot Bandung akan memonitor pedagang ternak musiman guna dengan mewajibkan pedagang minimal mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal tersbut guna mencegah wabah PMK meluas di 50 peternakan sapi dan 150 peternakan kambing yang ada di Kota Bandung. 
 
"Kita kan semua ingin aman, kita kan tidak bisa melarang mereka tidak berdagang. Tapi dengan catatan semua sudah aman dengan tersertifikasi SKKH," jelasnya. 
 
Selain itu, Ema menyebut akan membentuk tim Satgas guna memantau kondisi hewan ternak yang akan diperjualbelikan jelang Idul Adha nanti. Terutama, lanjut dia, pedagang ternak yang bersifat musiman. 
 
 
"Kita rencana bentuk satgas, Saya minta kan secepatnya, kita lapor ke pak Wali bentuk satgasnya seperti bentuk Covid-19, tinggal polanya saja yang berbeda," jelasnya. 
 
"Karena yang diawasi sekarang kan hewan bukan manusia. Mungkin nanti tim ada ke lapangan mengecek pedagang di pinggir jalan," imbuhnya. 
 
Terkait rapid tes pada hewan ternak, Ema mengaku hal tersebut harus melalui proses pengkajian. Pasalnya, lanjut Ema, DKPP Kota Bandung tidak menganggarkan dana untuk hal tersebut lantaran wabah PMK terjadi secara mendadak. 
 
"Rapid ini sesuatu yang tidak terduga. Tentunya kita juga aspek kehati-hatian pengelolaan anggaran adalah keniscayaan. Kalau ini masuk kategori itu bisa saja nanti masuk biaya tak terduga misalnya," jelasnya.
 
Maka, Ema mengimbau untuk sementara peternak bisa melakukan pengecekan secara mandiri guna memastikan kesehatan hewan ternaknya sembari menunggu tindaklanjut dari Pemkot Bandung kedepannya. 
 
 
"Toh biaya ini tidak terlalu besar, saya pikir kalau dilandasi kesadaran untuk kesementaraan menjadi beban peternak toh harganya tidak spektakuler," jelasnya. 
 
"Kalau saya tadi ilustrasikan sapi yang satu ton ini, gambarkan 10 juta sudah menjadi keuntungan, dan kalau keambil 100 ribu hanya berapa 0 koma sekian persen. Jadi jangan berpikir semua untuk laba bersih, tapi kondisi sekarang mari kita bangun rasa kesadaran," tandasnya. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X